Pemuda Malang yang Tulis Status Sukacita Wafatnya Mbah Moen Ditangkap Polisi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Pemuda Malang yang Tulis Status Sukacita Wafatnya Mbah Moen Ditangkap Polisi

Duta Islam #03
Sabtu, 10 Agustus 2019
Loading...

Akun dan bentuk penghinaan Fulvian Daffa atas wafatnya Kiai H. Maimoen Zubair. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Seorang pemuda yang menghina Kiai H Maimoen Zubair (Mbah Moen) bernama Fulvian Daffa Umarela Wafi (20) akhirnya ditangkap polisi, Jumat (08/08/2019).

Fulvian merupakan pemuda asal Dusun Krajan, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Penangkapan Fulvian berdasarkan laporan dari warga NU yang tergabung dalam Santri Malang Raya. Fulvian dilaporkan atas dasar ujaran kebencian melalui sarana elektronik. Polisi langsung mengamankan pelaku setelah selesai memberikan klarifikasi di Kantor PCNU Kota Malang. Pelaku diperiksa selama 1x24 jam sebelum polisi menaikkan statusnya.

"Kebetulan malam ini terduga pelaku sudah diamankan terkait dengan ujaran kebencian. Setelah dari sini kami lakukan penyelidikan lebih mendalam. Terduga pelaku ini akan kami amankan di Polres. Kami akan lakukan pemeriksaan intensif selama 1x24 jam," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Jumat malam dikutip dari Tribunnews.com.

Penghina Mbah Moen didampingi orang tuanya saat mengklarifikasi postingan facebooknya di Kantor PCNU Kota Malang, Jumat (09/08/2019). Foto: Tribunnews.com.
Sebelumnya, Fulvian melalui akun Facebook bernama Ahmad Husein yang kemudian diganti dengan nama Ghozali Khalid menghina Mbah Moen dengan mengatakan bersuka cita atas kematian Mbah Moen. Kelancangannya juga ditunjukkan dengan menyebut Mbah Moen dengan "Si Mumun". Fulvian juga mengatakan bahwa kematian Mbah Moen mengurangi populasi orang NU. Dia mengaku senang dan tidak ada gunanya berduka atas kematian orang NU.

"Turut bersuka cita sedalam-dalamnya atas kematian Si Mumun Zubair. Alhamdulillah populasi NU berkurang. Saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU," kata Fulvian di kolom komentar status Facebook. [dutaislam.com/pin]


Loading...