Meluruskan Klaim 'Habib Rizieq dan Mantunya' Pimpin Doa-Talqin di Pemakaman Mbah Moen
Cari Berita

Advertisement

Meluruskan Klaim 'Habib Rizieq dan Mantunya' Pimpin Doa-Talqin di Pemakaman Mbah Moen

Duta Islam #03
Rabu, 07 Agustus 2019

Prosesi Pemakaman Mbah Moen di Makkah (kiri) dan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif (kanan). Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Setiap Muslim dianjurkan bertakziah dan berdoa untuk saudara Muslim yang sudah meninggal dunia. Tak terkecuali, misalnya, mendoakan Kiai H. Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang meninggal di Tanah Suci Makkah saat sedang melangsungkan ibadah haji pada Selasa 06 Agustus 2019. Namun menjadikan doa sebagai alat untuk meninggikan diri atau golongan di hadapan manusia termasuk perbuatan tidak pantas dan kurang beradab. Perbuatan yang demikian telah keluar dari esensi dan tujuan dari doa itu sendiri.

Baca juga: Benarkah Habib Rizieq Pimpin Doa di Pemakaman Mbah Moen?

Di tanah air, wafatnya Mbah Moen menjadi perbincangan, baik di dunia nyata maupun di media sosial. Banyak orang yang ikut berduka atas wafatnya Mbah Moen. Di sisi lain, perbincangan mengemuka terkait siapa yang memimpin doa dan membaca Talqin pada prosesi pemakaman Mbah Moen di Komplek Pemakaman Ma'la.

Ketua PA 212 Slamet Ma'arif mengklaim bahwa Habib Rizieq yang memimpin doa. Klaim Slamet menyusul adanya video viral yang merekam Habib Rizieq sedang berdoa dengan suara keras di tengah-tengah warga yang melawat jenazah Mbah Moen. "Yang talqin Hb Hanif (mantu HRS) dan doa HRS," kata Slamet Slamet Ma'arif dikutip dari CNNIndonesia.com, Selasa (06/08/2019).

Diketahui bahwa Habib Rizieq memang hadir dalam prosesi pemakaman Mbah Moen. Habib Rizieq juga mendoakan sebagaimana dalam rekaman video. Namun hal ini tidak berarti bahwa Habib Rizieq yang ditunjuk memimpin doa. Apalagi diberi kesempatan khusus. Habib Rizieq berdoa layaknya para kiai dan ulama lain yang juga hadir dalam prosesi pemakaman.

Doa Habib Rizieq termasuk hal lumrah. Tentu saja ini terlepas dari masalah apakah doa Habib Rizieq diterima atau tidak oleh yang maha kuasa. Sehingga benar kata Atase KBRI Riyadh Sa'dullah Affandi bahwa Habib Rizieq yang ikut berdoa bukan termasuk istimewa. Sebab siapapun yang hadir ikut membaca doa. Tidak ada ketentuan formal untuk mendoakan kepada tokoh dan ulama besar Mbah Moen. Sekali lagi, hal ini terlepas dari masalah diterima atau tidaknya doa karena masalah tersebut hanya Allah yang tahu.

Di sisi lain, sejauh ini tidak ada informasi yang menyebutkan bahwa pembacaan Talqin dipimpin oleh menantu Habib Anif selaku menantu Habib Rizieq. Hanya Slamet Ma'arif yang mengatakan demikian. Entah dari mana Slamet Ma'arif mendapatkan informasi tersebut.

Ungkapan Slamet Ma'arif berbeda dengan kesaksian Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekah Panitia Penyelenggara Haji Indonensia (PPIH) Subhan Cholid yang berada di Mekkah saat prosesi pemakaman. Menurut Subhan, pembacaan doa dan Talqin dalam prosesi pemakaman Mbah Moen dipimpin Imam Masjidil Haram Sayyid Ashim bin Abbas bin Alawi al-Maliki.

"Sayyid Ashim bin Abbas bin Alawi al-Maliki yang merupakan ulama terkemuka di Mekkah memimpin talqin dan doa dalam prosesi pemakaman almarhum KH Maimoen Zubair," ujar Subhan Cholid dikutip dari Sindonews.com.

Subhan juga menyampaikan bahwa dari awal hingga akhir pemakaman Mbah Moen dipimpin Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin dan Duta Besar (Dubes) RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh. Habib Rizieq dan Habib Hanif tidak disebut-sebut memimpin doa. Ungkapan Subhan diperkuat oleh pengakuan Asyrofi, salah satu petugas haji yang mendampingi Mbah Moen sejak di rumah sakit hingga ke pemakaman.

Dari informasi di atas, tentu yang lebih bisa dipercaya adalah ungkapan Subhan dan Asrofi dibanding ungkapan Slamet Ma'arif. Subhan dan Asrofi ikut menyaksikan prosesi pemakaman Mbah Moen. Sementara Klaim Slamet Ma'arif berada di Indonesia.  Dia tidak terlibat langsung dalam prosesi pemakaman.

Lain dari itu terlihat jelas dalam video bahwa Habib Rizieq berdoa di tengah-tengah kerumunan orang. Tidak terlihat jenazah dalam video yang sudah beredar. Berbeda dengan video yang merekam Sayyid Ashim. Terlihat jelas bahwa Sayyid Ashim berdiri di hadapan jenazah Mbah Moen. Orang-orang di sekitar serentak mengucap amin. Dengan begitu, ungkapan Daker Subhan lebih kuat dibanding unkapan Slamet Ma'arif.

Tanpa menghilangkan maksud baik Habib Rizieq yang ikut mendoakan Mbah Moen, klaim Slamet Ma'arif tentang Habib Rizieq dan Habib Anif dalam hal ini sangat kurang tepat dan tidak etis. Apalagi di tengah-tengah banyaknya ulama dan kiai di lokasi yang juga ikut berdoa untuk Mbah Moen. Jika dikaitkan dengan status Habib Rizieq yang sampai sekarang belum bisa pulang ke tanah air, pernyataan Slamet Ma'arif bermotif politis. Seolah Dia ingin membuat narasi bahwa begitu diperhitungkannya Habib Rizieq di Mekkah hingga harus memimpin doa untuk Mbah Moen.

Kita tidak boleh begitu saja percaya sebelum benar-benar mengetahui secara pasti dan dengan bukti yang nyata. Dan yang perlu dicatat, berdoa adalah momen seorang hamba meminta dan berdialog dengan Tuhan sebagai dzat yang kaya dan maha pemberi. Proses ini jangan sampai dijadikan alat untuk kepentingan lain yang keluar dari nilai-nilai etis, bermotif politis, apalagi untuk kepentingan dunia. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini