Ketua PCNU Ngawi Ingatkan Nahdliyin Tidak Terpengaruh Opini Liar
Cari Berita

Advertisement

Ketua PCNU Ngawi Ingatkan Nahdliyin Tidak Terpengaruh Opini Liar

Duta Islam #02
Selasa, 27 Agustus 2019

Workshop Pedoman Organisasi dan Admnistrasi (POA) Nahdatul Ulama oleh PCNU Ngawi.
DutaIslam.Com - Ketua PCNU Ngawi KH Ulinnuha Rozy mengingatkan kepada Nahdliyin dan Jami'ah NU tidak terpengaruh opini-opini liar yang mengganggu perjalaman NU secara organisatoris. Menurutnya, sampai detik ini banyak muncul informasi seolah-olah benar padahal tidak benar. Yang  benar dianggap tidak benar.

“Workshop Pedoman Organisasi dan Admnistrasi Nahdatul Ulama, adalah untuk merapatkan aturan organisasi dalam keadmnistrasi, sekaligus untuk menepis segala opini dan informasi yang tidak sesuai ilmu yang ditaati organisasi dan administrasi yang dipelajari diamali," kata Kiai Ulin dalam workshop Pedoman Organisasi dan Admnistrasi (POA) Nahdatul Ulama, Ahad (25/08/2019) di gedung PCNU Ngawi.

Dalam acara ini, dihadiri oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Ahmad Khodri, Wakil Ketua
PWNU NU Jatim, dan Bendahara PWNU Jatim Ahmad Rosyidi. Workshop diikutit seluruh pengurus NU Ngawi dan 19 MWC serta Lembaga-banom.

Menurut Kiai Ulin, mempelajari dan memahami POA NU adalah kewajiban pengurus dan warga NU. "Mempelajari dan memahami POA harus kafah, tidak hanya amaliah saja namun harapannya," tandasnya.

Sementara itu, Ahmad Khodri mengatakan, workshop POA PCNU Ngawi merupakan langkah strategis dalam mengelola organisasi NU secara modern dan berbasis data. Pasalnya, organisasi NU harus punya visi-misi merajut langkah baru dilingkungan NU secara bersama-sama untuk membesarkan NU.

“Bagaimana Adminisrasi  NU dirajut dengan kebersamaan, kalau tidak NU akan hancur! Jadi harus punya semangat kebersamaan dan taat orgaisasi NU,” katanya.

Khodri menambahkan, pengelolaan organisasi NU saat ini harus mengikuti arah manajemen modern yakni organisasi berbasis data. Dengan data, NU akan semakin solit dan tidak berjalan sendiri-sendiri serta taat auran organisasi.

Ia mencontohkan, data sekolah Ma’arif yang dimiliki NU di kabupaten Ngawi, Masjid yang dimiliki NU dan lain sebagainya. Khodri berharap, dengan worshop kali ini, pengurus NU bisa lebih memahami tata kekola organisasi NU.

“Mari kita jadikan hari kemerdekaan RI ini menjadi barokah bagi NU,” pungkasnya. [dutaislam.com/latif/gg]

close
Banner iklan disini