Jelaskan Akidah Tanpa Menyinggung, Gus Nadir Beri Perumpamaan Mengagumi Kecantikan Istri
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Jelaskan Akidah Tanpa Menyinggung, Gus Nadir Beri Perumpamaan Mengagumi Kecantikan Istri

Duta Islam #03
Senin, 19 Agustus 2019
Loading...

Nadirsyah Hosen. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Video ceramah Ustadz Abdul Somad yang membahas tentang patung dan salib viral di media sosial. Karena video ceramah tersebut, Ustadz Somad dikabarkan dilaporkan ke polisi karena dinilai menista agama Kristen.

Rois Syuriah PCI NU Australia Nadirsyah Hosen menjelaskan akidah tidak harus dengan menjelek-jelekkan akidah orang lain. Caranya, Gus Nadir memberikan perumpamaan, seperti seorang suami mengagumi istrinya sendiri. Seorang suami yang mengagumi kecantikan istrinya tidak harus dengan menjelek-jelekkan istri orang lain.

"Bisa gak kita menjelaskan akidah kita tanpa harus menjelekkan kepercayaan dan keimanan pemeluk agama lain? Bisa bangettt. Caranya? Seperti mengagumi cantiknya istri kita, tanpa harus mengatakan istri orang lain jelek. Sesederhana itu," kata Gus Nadir di Twitter, Senin (19/08/2019).

Sebelum Gus Nadir memposting pembahasan mengenai larangan untuk memaki sesembahan orang musyrik sebagaimana disebutkan dalam Qur'an Surat Al-An'am Ayat 107-108. Tulisan yang diposting di Nadirhosen.net tersebut berjudul "Perintah Ilahi: Jangan Memaki Sesembahan Mereka!", ditulis 20 Januari 2017.

Dalam tulisan tersebut Gus Nadir menjelaskan bahwa dakwah pantas dilakukan dengan cara yang baik sehingga hasilnya pun baik.

"Kalau kita berdakwah dengan bahasa yang baik, tanggapan mereka bisa baik dan bisa buruk; Tapi jika kita menggunakan bahasa kasar dan caci-maki, boleh jadi mereka akan membalas caci-maki kita dengan lebih kasar lagi. Sampeyan ini sebenarnya mau dakwah atau ngajak berantem sih 🙂," jelas Gus Nadir.

Itulah sebabnya, lanjut Gus Nadir, Allah teguh dalam ayatnya bahwa setiap umat memandang indah amal mereka masing-masing. Menurut Gus Nadir, tabiat manusia memang memperhatikan apa yang mereka kerjakan dan yakini. Orang musyrik menganggap baik sesembahan mereka dan cara mereka menyembah. Umat Islam juga demikian. Berdasarkan ayat itu, Gus Nadir meminta agar tidak saling memaki antar pemeluk agama.

"Mari kita tunjukkan siapa yang paling baik akhlaknya dalam berdakwah. Tidak perlu kita membahas keindahan agama kita dengan mengolok-olok atau memaki sesembahan dan ajaran agama orang lain. Kita menunjukkan keindahan dan kebenaran Islam dengan akhlak yang mulia," jelas Gus Nadir. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini