83% dari 350 Netizen Percaya, Andai Kasus UAS Dilakukan Non Muslim Bakal Ada Demo Berjilid-Jilid
Cari Berita

Advertisement

Loading...

83% dari 350 Netizen Percaya, Andai Kasus UAS Dilakukan Non Muslim Bakal Ada Demo Berjilid-Jilid

Duta Islam #03
Sabtu, 24 Agustus 2019
Loading...

Ustad Abdul Somad. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Intelektual NU Ahmad Sahal ikut menyoroti heboh ceramah Ustadz Somad (UAS) tentang salib dan patung yang dinilai menistakan agama kristen.

Ahmad sahal berkomentar dengan membuat pemisalan andai kasus UAS terjadi pada non Muslim.

"Misal ada nonmuslim ceramah jemaahnya: Ka’bah tempat setan dan jin kafir, terus viral. Fans UAS akan: 1. Biarkan, karena acara internal. Ceramahnya sesuai dengan imannya. 2. Harus minta maaf karena ngolok-ngolok Ka’bah. Selesai. 3. Ngamuk-ngamuk, demo nuntut nonmuslim dibui karena penodaan Islam," tulis Ahmad Sahal di Twitter, Jumat (23/08/2019).
Komentar Ahmad sahal mendapat reaksi dari netizen. Salah satunya dari aku Ganyang HTI dengan membuat poling di Twitter dengan pertanyaan serupa: "Kita bikin polling saja. Jika ada non muslim ceramah kepada umatnya di tempat ibadah mereka sendiri. Apa reaksi pendukung UAS?"

Ada tiga pilihan. Pertama, Membiarkan. Kedua, Menuntut maaf. Ketiga, Demo berjilid-jilid bela agama.

Hingga sabtu pukul 16.20 polling di Twitter tersebut telah direspon oleh 350 voter. Hasil voter menyatakan 14 persen pendukung UAS akan membiarkan, 3 persen pendukung UAS akan menuntut maaf, dan 83 persen pendukung UAS akan demo berjilid-jilid bela agama.



Aksi demo berjilid-jilid pernah terjadi saat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbicara Surat Al-Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu. Sekelompok umat Islam saat itu melakukan aksi berjilid-jilid lantaran Ahok dinilai menistakan agama Islam.

Ceramah tentang salib dan patung juga dinilai menistakan agama kristen. UAS pun dilaporkan ke polisi oleh beberapa organisasi umat kristen lantaran dinilai menistakan agamanya.

Sementara umat Islam pendukung UAS menilai UAS tidak menistakan agama. UAS pun memberikan klarifikasi terkait video tersebut. UAS tidak minta maaf karena merasa yang dikatakannya adalah kebenaran. [dutaislam.com/pin]







close
Banner iklan disini