5 Peristiwa Penting di Bulan Muharram
Cari Berita

Advertisement

5 Peristiwa Penting di Bulan Muharram

Duta Islam #04
Minggu, 18 Agustus 2019

Penjelasan peristiwa penting di bulan Muharram (sumber:istimewa)
Bulan Muharram merupakan bulan pertama di dalam penanggalan Islam. Sehinga, bulan ini mempunyai keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Maka tak jarang umat Islam merayakannya dengan suka cita dan penuh kebahagian.

DutaIslam.Com - Selain sebagai petanda tahun baru di dalam Islam, bulan Muharram menyimpan sejarah penting. Banyak peristiwa penting yang terjadi di dalam bulan Muharram.

Kejadian penting tersebut merupakan fakta sejarah yang dapat dijadikan renungan bersama oleh umat Islam. Karena, sejarah umat terdahulu dapat menjadi pelajaran serta spirit untuk berbuat lebih baik lagi.

Baca: Keutamaan Bulan Muharram

Di dalam mengenang sejarah penting di bulan Muharram, Islam menganjurkan umatnya untuk berbuat amal saleh, seperti berpuasa, bersedekah dan lain-lain. Setidaknya ada beberapa peristiwa penting di bulan Muharram, terutama pada hari Asyura.

Di dalam kitab Fasholatan, Kiai Sakhowi Amin Pekalongan menjelaskan bahwa Nabi Muhammad mengajurkan para sahabatnya untuk berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah SAW memberikan alasan berpuasa di hari Asyura karena banyak peristiwa penting yang terjadi di hari itu.

Pertama, Allah SWT menerima taubatnya Nabi Adam as hingga menjadi pribadi yang bersih. Karena pada waktu itu Nabi Adam telah tertipu daya oleh godaaan syaithan. Kedua, peristiwa diangkatnya Nabi Idris as ke tempat yang mulia.

Ketiga, Allah SWT telah menyelamatkan Nabi Nuh beserta umatnya yang beriman dari banjir bandang yang melanda daerah tempat tinggalnya Nabi Nuh. Banjir bandang tersebut melanda bumi selama 5 bulan lamanya. Para ahli menilai banjir tadi menenggelamkan seluruh daerah di penjuru bumi.

Keempat adalah diselamatkannya Nabi Musa dari kejaran tentara Fir'aun dengan menenggelamkan Fir'aun serta bala tentaranya. Di dalam kitab Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Fir'aun ketika mengejar Nabi Musa dan Bani Israil membawa pasukan sekitar 1.600.000 orang.  100.000 tentara dilengkapi dengan kuda jantan berwarna hitam.

Baca: 5 Amalan Utama di Bulan Muharram

Kelima, terbunuhnya cucu Rasulullah SAW, yakni Sayyidina Husain di padang Karbala. Husain terbunuh oleh para penghianat Kuffah, pasukan Yazid bin Mu'awiyah. Padahala, para penghianat inilah yang sebelumnya mendesak Sayyidina Husain untuk berpindah ke Kuffah. Akan tetapi, beliau beserta rombongannya dibunuh oleh penghianat tersebut.

Sayyidina Husain wafat pada usida 58 tahun di hari Jumat, 10 Muharram 61 Hijriyah atau bertepatan dengan 10 Oktober 680 M. Di antara orang-orang yang ikut andil membenuh Sayyidina Husain adalah Syamir bin Dzi al-Jausyan, Husain bin Numair, Zur’ah bin Syarik al-Tamim. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini