5 Amalan Utama di Bulan Dzulhijjah
Cari Berita

Advertisement

5 Amalan Utama di Bulan Dzulhijjah

Duta Islam #04
Senin, 05 Agustus 2019

Penjelasan amalan utama bulan Dzulhijjah (sumber: istimewa)
Bulan Dzulhijjah termasuk salah satu bulan yang utama di dalam Islam. Keutamaan bulan Dzulhijjah berkaitan dengan momentum pelaksanaan ibadah haji di Baitullah.

DutaIslam.Com - Keutumaan bulan Dzulhijjah telah disinggung Rasulullah SAW di dalam hadisnya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan keutamaan bulan Dzulhijjah, terutama pada sepuluh hari awal.

Kesempatan ini tentunya sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan dengan baik. Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya mengisi kegiatan di bulan Dzulhijjah dengan memperbanyak amal saleh. Mengisi kegiatan yang bernilai positif di bulan Dzulhijjah merupakan salah satu amal saleh yang dicintai Allah SWT.

Baca: Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Dari Sahabat Umar bahwa Nabi SAW Bersabda, “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, umat Islam hendaknya tidak menyia-nyiakan momentum ini untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut amal yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah sebagai pundi-pundi amal saleh.

Pertama, berpuasa selama sepuluh hari awal di bulan Dzulhijjah. Puasa 10 hari pertama dapat dilaksanakan sepuluh hari penuh atau sebagiannya saja, minimal pada tanggal 8 dan 9 Dzulhijjah.

Mengisi sepuluh hari pertama dengan berpuasa termasuk amal ibadah yang utama. Karena, di dalam hadis qudsi dijelaskan bahwa pahala puasa hanya Allah SWT yang membalasnya.

Baca: Ini Dalil Puasa Sunnah Tarwiyah

Kedua, memperbanyak berdzikir. Sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah mendekati puncak kemenangan umat Islam, yakni hari raya Idul Adha. Menghiasi hari-hari tersebut dengan memperbanyak dzikir agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Terlebih lagi di dalam Surat al-Hajj ayat 28, Allah SWT menyerukan umat Islam agar senantiasa berdzikir kepadaNya. Sehingga, para sahabat nabi senantiasa memberpenyak dzikir di sepuluh hari pertama.

Ketiga, berkurban. Ibadah qurban dapat dilakukan pada tanggal sepuluh atau pada hari tasryriq. Ibadah qurban merupakan pada mulanya berawal dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Kemudian, ibadah qurban disyariatkan untuk umat Nabi Muhammad SAW dengan menyembelih hewan ternak, seperti unta, sapi atau kambing. Ibadah qurban bersifat sunnah mukkadah.

Keempat, menunaikan ibadah haji. Ibadah haji bersifat wajib bagi umat Islam yang mampu, karena termasuk dari rukun Islam. Orang yang berhaji dengan predikat haji mabrur sepulang dari tanah suci laksana bayi yang baru dilahirkan, tanpa beban dosa.

Baca: Ini Fakta Puasa Tanggal 9 Dzulhijjah Tidak Harus Mengacu Kepada Wukuf di Arafah

Kelima, memperbanyak amal shaleh. Amal saleh yang dapat dilakukan umat Islam untuk mengisi keutamaan bulan Dzulhijjah tidak hanya terbatas amal ibadah yang wajib saja. Akan tetapi, amalan sunnah juga perlu dilaksanakan sebagai wasilah bertaqarub kepada Allah SWT.

Untuk mengisi momentum bulan Dzulhijjah, umat Islam dapat memperbanyak bersedekah, shalat sunnah atau membaca al-Quran dan amal saleh lainnya. Semua itu agar kita meraih ridha dan rahmat Allah SWT. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini