Tafsir Serampangan Tanpa Kontek, NU Tempo Dulu Dituduh Mirip HTI
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tafsir Serampangan Tanpa Kontek, NU Tempo Dulu Dituduh Mirip HTI

Duta Islam #03
Selasa, 23 Juli 2019
Loading...

Majalah NU 1938 yang jadi dasar NU Tempo dulu mirip HTI. Foto: dutaislam.com.
DutaIslam.Com - Situs radikal Portal-Islam.Id membuat berita dengan framing ingin menyamakan NU jaman dulu dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang sejak dua tahun terakhir telah menjadi organisasi terlarang karena mengusung ide penegakan khilafah di bumi Indonesia. Berita itu berjudul 'NU Jaman Dulu, Mirip HTI?', tayang Jumat, 19 Juli 2019.

Tulisan tersebut berangkat dari status Facebook Ahmad Agus Jember yang berbunyi "kalau kita baca majalah/data lama ini, akan menemukan bahwa HTI itu sama dengan NU Tempo dulu. Bagi aktifis NU yang ingin mengklarifikasi otentisitas majalah ini monggo." Agus melampirkan majalah "Berita Nahdlatoel Oelama edisi 28 Syawal 1356/1938 yang salah satu isinya mengulas tentang 'Aliran Anti Arab'.


Portal-Islam.id juga mengutip sebagian isi artikel yang berbunyi:

"JIKALAU kami menulis tentang aliran anti-Arab, barangkali pembaca kita menyangka bahwa kami akan menulis pergolakan di Palestina, dalam mana aliran anti-Arab dalam kalangan bangsa Yahudi makin menjadi-jadi. Akan tetapi sangkaan itu keliru. Aliran anti-Arab yang hendak kami tulis tidak lain melainkan suatu aliran yang semakin merajalela dalam kalangan saudara kita, umat Islam Indonesia, terutama dalam kota-kota besar yang merasa dirinya sudah insyaf, tidak akan bisa tertipu lagi dan diabui penglihatannya. Suatu aliran yang asal mulanya ditanam oleh pihak yang menghendaki perpisahan orang kita dari Igamanya, Igama Islam."

Dengan bermodal itu, Ahmad Agus menuduh NU jaman dulu mirip dengan HTI. Tuduhan Agus secara tidak langsung disetujui oleh Portal-Islam.id dengan membuat framing berita tersebut.

Secara Prinsip Keliru

Ungkapan Ahmad Agus yang disebarkan oleh Portal-Islam.Id jelas keliru dan ngawur. Menyamakan NU jaman dulu dengan HTI jelas berangkat dari tafsir yang serampangan. Karena sejak awal NU sudah punya prinsip berpaham ahlussunnah wal jamaah. Sedangkan HTI sejak awal memang ingin bercita-cita mendirikan khilafah. Sejak awal NU telah berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Sedangkan HTI sudah sejak awal berniat meruntuhkan Indonesia dan menggantinya dengan khilafah.

Menyamakan NU dengan HTI hanya dengan bemodal artikel 'Aliran Anti Arab' yang ditulis di majalah NU tahun 1938 jelas bagian kekeliruan berpikir dan ini tak lain dari upaya dan serangan untuk menggemboskan NU.

Tafsir Serampangan
Secara keseluruhan, tulisan 'Aliran Anti Arab' di majalah "Berita Nahdlatoel Oelama edisi 28 Syawal 1356/1938 berisi sebuah kritik terhadap orang-orang yang benci Arab yang pada saat itu memang sengaja dihembuskan agar orang-orang Indonesia lebih berkiblat kepada barat. Isu yang digunakan adalah prilaku-prilaku orang Arab di Indonesia yang dianggap tidak terpuji.

Melalui tulisan tersebut, NU berusaha menghalau kebencian terhadap Arab yang pada saat itu dinilai membabi buta. NU sendiri tidak membenci Arab karena Arab bagian dari cikal bakal agama Islam serta Nabi Muhammad juga lahir di Arab. Meskipun begitu, NU tidak membenarkan segala tindakan orang-orang Arab di Indonesia yang tidak sesuai dengan ajaran agama.

Berikut kutipan dari isi tulisan 'Aliran Anti Arab' tersebut:

"KAMI tidak membelakan bangsa Arab dengan membuta tuli, tidak pula membelakan kesalahan-kesalahan yang sangat melukai perasaan kebangsaan kita. Kami tidak membelakan orang mempermainkan kehormatan dan kedudukan putri-putri bangsa kita."

"Akan tetapi kami tak dapat mengakui bahwa kebusukan-kebusukan itu diperbuat oleh antero bangsa Arab, dan tak dapat kami akui bahwa kebusukan-kebusukan itu hanya diperbuat oleh bangsa Arab, dan hanya terdapat dalam kalangannya bangsa Arab!"

"Kami tak dapat mengakui bahwa mengambil putri-putri kita dengan jalan perkawinan, sama halnya atau lebih busuk dari mempergundik mereka, atau menjual mereka dari satu tangan ke lain tangan, atau menyewakan mereka dengan direklamekan bersama-sama bersama dengan ijs dan kuwe-kuwenya!"

Orang yang membaca kutipan sekilas di Portal-Islam.Id dan postingan Agus di Facebook mungkin akan menyangka NU jaman dulu membela Arab mati-matian sebagaimana dilakukan tokoh-tokoh HTI sekarang yang seolah-olah harus serba Arab. Padahal, NU berusaha menghalau kebencian orang-orang Indonesia ke Arab yang sengaja dihembuskan dengan menggunakan isu kejelekan orang-orang Arab di Indonesia.

Di sisi lain, tulisan tersebut juga menjagi bukti bahwa sejak zaman dulu NU tidak pernah anti Arab. NU selalu menghormati Arab karena Arab tempat kelahirkan Nabi Muhammad dan cikal bakal lahirnya agama Islam. [dutaislam.com/pin]

Loading...