Syi'arku Menuduh Liberal dan Melawan Ketertindasan Ummat
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Syi'arku Menuduh Liberal dan Melawan Ketertindasan Ummat

Duta Islam #07
Minggu, 07 Juli 2019
Loading...

Ulama gadungan
Ulama gadungan. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Orang-orang yang mengaku ulama ternyata tasrifan dan nahwu saja tidak bisa, padahal kedua ilmu ini merupakan induk dari semua ilmu Islam, jika kedua ilmu ini tidak bisa. Sangat mustahil menguasai ilmu-ilmu Islam yang lain, anehnya kok mengaku ulama? Kok berani-beraninya menuduh liberal ulama-ulama? Tidak cukup menuduh tapi kelakuannya kok seperti keturunan Iblis,. Terus kenapa gunanya setiap hari memakai surban dan gamis sob!

Awalnya tampangnya cukup galak dan mengerikan. Entah sudah berapa kali yang dilakukan olehnya untuk menuduh dan menghancurkan lawannya. Namun akhirnya dia mendapatkan “hidayah” dan justru membantu sesama umat untuk menegakkan kemaslahatan menurut pribadinya sendiri.

Ngomongin dia memang enggak bisa dilepaskan dari surban dan gamis yang dia pakai. Memang dalam beberapa momen dia terlihat melepaskan serbannya, khususnya saat dia sedang mau mandi yaa.

Baca: Dilema Ulama 212 dan Sikap Berlebihan di Panggung Politik Praktis

Namun, tetap aja hingga saat ini alasannya memakai surban dan gamis masih misterius. Padahal, netizen syar’i lainnya jarang yang terlihat memakai surban. Bahkan ada orang yang bingung karena dia pakai surban dan gamis, tetapi kok suka teriak-teriak dan sholat Jumat nya di jalan ya.

Dahulu (pada hari-hari di musim panas), kaum itu (Rasul dan para sahabat) bersujud pada surban, dan songkok (peci), sedang kedua tangannya pada lengan bajunya”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Ash-Sholah: Bab As-Sujud ala Ats-Tsaub fi Syiddah Al-Harr (1/150)].

Rasulullah mengenakan imamah/surban yang dililit di kepala. Hal ini berdasarkan riwayat dari sahabat ‘Amr bin Harits. Apakah saat ini kita meneladani sikap Rasulullah dalam kesunnahan saja atau harus melihat juga dari dua sisi pandangan?

Tidak cukup untuk mencontoh kesunnahan Rasulullah hanya memakai sorban dan yang lainnya, harus kita pahami etika sopan santun, saling menghargai sama lain itulah yang harus tetap di lakukan juga.

Ulama Gadungan


Ternyata yang suka koar-koar tidak menghargai satu sama lain, menuduh dan melawan sesamanya itu adalah Putra dari Raja Iblis. tentunya enggak boleh terlihat konyol seperti televisi atau seperti walkie talkie mainan anak-anak. Nah, ada kemungkinan kalau dia yang koar-koar menggunakan sorban untuk meningkatkan kewibawaan pada dirinya. Soalnya, enggak cuma konyol, tentu bisa gawat jika reputasi seorang anak Raja Iblis rusak gara-gara hal tersebut.

Dan lagi-lagi dia sebetulnya adalah “Piccolo” anak sekaligus titisan dari Raja Iblis Piccolo Daimao. Awalnya, dia memang bermaksud menguasai Bumi. Namun, pertemuannya dengan Gohan ditambah beberapa momen mengejutkan bikin dia bertaubat dan memilih jalan yang benar.

Baca: Cara Membedakan Penceramah Aswaja dan Non-Aswaja, Ini 4 Cirinya

Memaksa Piccolo enggan menggunakan sorban akan membuat jati dirinya sebagai (mantan) Raja Neraka yang jahat terungkap. Salah satunya adalah saat dia berada di turnamen. Ketika serbannya hilang, orang-orang pada tahu bahwa dia adalah sang Raja Setan yang dulu ingin membinasakan mereka semua. Peran Piccolo dalam anime sangat keren, tamat brow! [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini