Sebut Khilafah Syariat Islam, Ustadz Hilmi Firdausi Sindir NU Kelompok Muslim Lucu
Cari Berita

Advertisement

Sebut Khilafah Syariat Islam, Ustadz Hilmi Firdausi Sindir NU Kelompok Muslim Lucu

Duta Islam #03
Selasa, 02 Juli 2019

Ustadz PA 212 Khilmi Firdausi. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ustadz Hilmi Firdausi melontarkan penilaian miring terhadap NU dan tokoh-tokoh NU. Ungkapkan ustadz yang menolak konsep Islam Nusantara ala NU ini dilontarkan saat tokoh-tokoh NU menanggapi insiden wanita yang membawa anjing ke Masjid Al Munawaroh Bogor, Ahad (30/06/2019) lalu.

Baca juga: Terus Ngoceh, Makin Terang Ustad Hilmi Gagal Paham Politisasi Masjid

Tanpa menyebut secara langsung tokoh-tokoh NU, Ustadz Hilmi mengatakan bahwa NU kelompok muslim lucu. Kelucuan yang dimaksud adalah saat tokoh-tokoh NU menyarankan agar bersikap lemah lembut kepada wanita pembawa anjing tersebut. Namun, kata Khilmi, saat berbicara tentang jihad dan khilafah NU menyebutnya radikal.

Ustadz yang menjadi dari PA 212 ini tak sepakat dengan ungkapan-ungkapan yang terkesan meremehkan. Bahkan saat NU menilai orang-orang yang menginginkan tegaknya khilafah sebagai kelompok radikal. Bagi Ustadz Hilmi, khilafah bagian dari syariat Islam.

"Ada klmpok muslim yang lucu sekali, tatkala ada yang bawa masuk anjing ke masjid kita disuruh husnuzhon, berlemah lembut seperti Nabi memperlakukan orang badui, termasuk juga kepada penista agama. Tapi pas ngebahas bab jihad, khilafah dll dibilang radikal. Ini syariah Islam bro, bukan prasmanan!," katanya di Twitter, Ahad (30/06/2019).
Baca juga: Ustaz Hilmi Bilang Tak Ada Islam Nusantara, Gus Nadir Tanggapi Ini. Bisa Jawab?

Salah satu netizen bernama Amirsyah menyayangkan ungkapan Ustadz Khilmi Firdausi yang seolah tak mau dengan teladan dari Nabi Muhammad. Sebagaimana dikisahkan bahwa Nabi Muhammad pernah melarang para sahabat mencela seorang Arab Badui yang mengencingi Masjid Nabawi. Sebaliknya, Nabi saat itu meminta para sahabat membersihkan kencing tersebut dan memaafkan Arab Badui.

"Dikasih teladan Nabi SAW dalam kasus yang relatif sama, situ gak mo terima. Situ bahas jihad terus, emang mo perang dimana? Di Indonesia Islam itu aman, bebas beribadah. Kalo mo jihad, sono ke Suriah. Jangan pemilu disamakan perang," ujar Amir di kolom komentar postingan Ustadz Khilmi.
Terkait wanita yang membawa anjing ke Masjid Al Munawaroh Bogor, tokoh-tokoh NU punya pandangan yang hampir sama. Salah satunya sebagaimana diungkapkan Intelektual Muda NU yang kini menjadi Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika Ahmad Sahal.

Ahmad Sahal juga mengecam tindakan wanita yang membawa anjing ke dalam Masjid. Dengan alasan apapun tindakan itu menurutnya sudah kelewatan.

"Saya kecam wanita yang bawa anjing ke dalam masjid. Apapun alasannya, itu kelewatan," kata Ahmad Sahal melalui akun Twitternya, Ahad (30/06/2019) malam.

Namun demikian, menurut Sahal, kaum Muslim tidak perlu terlalu reaktif menanggapi insiden tersebut. Sahal meminta agar kaum Muslim meneladani perilaku nabi saat seorang Arab Badui mengencingi Masjid Nabawi di Madinah.

"Arab badui kencing dalam masjid. Sahabat-sahabat dilarang menghardik. Nabi hanya minta mereka menyiram, bersihkan bekas kencingnya. Dan memaafkannya," ujar Sahal. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini