Membangunkan Singa yang Tertidur (NU)
Cari Berita

Advertisement

Membangunkan Singa yang Tertidur (NU)

Duta Islam #07
Rabu, 24 Juli 2019

NU penjaga nkri
NU penjaga nkri. Foto: istimewa
Banyak cowok bilang kita sudah nasibnya kalah sama cewek, kita salah mereka marah, mereka salah kita juga kena marah.

DutaIslam.Com - Dulu jaman NU dan MD masih adem ayem, hanya ada perdebatan yang bersifat furu'iyah, saling singgung-singgungan antara NU dan MD adalah hal biasa, toh mereka sama-sama tak melewati batas.

Tetapi kemudian ada Islam impor yang dibawa oleh anak negeri hanya karna ingin memiliki panggung sendiri. Diantara-nya adalah Islam Radikal yang dibawa oleh Wahabi, Ikhwanul Muslimin (IM) dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) serta anak-anak cabang dari mereka itu.

Baca: Ketika NU Diajak Gaduh Jadi Thoghut oleh Kelompok Makar

Mengapa dibilang radikal, karena NU dan MD yang dulu bawaannya kalem, berubah menjadi sedikit lebih sangar dari biasanya, mengapa ?

Sebab dengan seenaknya mereka menyerang mengatakan ziarah kubur; syirik, maulidan; bid'ah, tawadhu'/ta'dhim ke guru; nyembah, sebutan ahlu bid'ah, sesat, kafir, murtad, NU ajaran yang salah karna mendukung Pancasila, NU tak tahu wajibnya khilafah, NU lebih setuju Pancasila daripada Negara Islam  yang menganut hukum Allah dan lain-lain. Seolah gampang sekali keluar dari lisan-lisan mereka. Memang persinggungan mereka dengan NU mendominasi dibanding dengan MD.

NU pun tak tinggal diam, NU berusaha menjawab tuduhan-tuduhan itu dengan dalil dalil yang sharih/jelas. Berusaha untuk menyambung dialog dan klarifikasi. Tetapi apa mau dikata; semua ditepis dengan mudahnya, hanya bermodalkan kata-kata kembali ke Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Tak habis Pikir NU kemudian memberikan penjelasan bahwa sumber hukum Islam bukan 2 tetapi 4, dengan rincian kemudian menjadi 10. Tetapi lagi-lagi oleh mereka dijawab dengan hadist yang menurut mereka dan NU shahih. Akhirnya NU pun berusaha menjelaskan bahwa ada hadist shahih yang lain yang harusnya dipertimbangkan, karna ternyata hadist itu menyatakan ada sumber Islam yang lain.

NU Penjaga NKRI


Tetapi apa mau dikata tetap saja mereka menebar fitnah bahwa NU sesat dan tak memegang sumber hukum Islam yang dua itu. Akhirnya karena "Salah dan Benar" dihadapan mereka tidak ada bedanya alias sama saja, NU tetap saja disesat-sesatkan. Akhirnya NU menampakkan taringnya. NU bergerak, mulai membantai habis jargon-jargon mereka, pergerakan-pergerakan mereka.

Inilah kenapa tulisan ini dibuka dengan kalimat cowok dan cewek dimana cewek selalu menjadi pemenang, apa golongan mereka ini cewek ? Salah benar tetap saja merasa benar.

Setelah Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, MA memerintahkan untuk melawan mereka baik dalam dunia nyata ataupun dalam Cyber War (medsos), Maka kami warga NU tak akan pernah tinggal diam.

HTI kalian tak akan kembali bangkit, senasib dengan PKI. Wahabi kalian akan kami buat ompong atas tuduhan-tuduhan keji kalian itu. Kalian menganggap tidak ada Islam Radikal, kami jawab; benar, yang radikal sebenarnya adalah otak kalian yang penuh kebencian itu, seolah tak ada golongan yang benar selain golonganmu saja.

Kami NU (Aswaja) sudah sejak masa Sayyidina Ali meng-Islamkan Nusantara dan Indonesia, lalu kemudian kalian datang dan malah mengkafirkan (mengeluarkan) orang Islam dari Islam.
Lalu apakah itu Islam murni yang anda maksud ? Alhamdulillah, saya tidak belajar Islam dari kalian, tetapi saya belajar Islam kepada Kyiai NU yang jelas sanadnya dan keilmuannya.

Baca: I'tikad Ahlussunah Wal Jama’ah di Indonesia Adalah NU Bukan HTI

NU tidak ada waktu zaman Nabi, memang, tetapi sebenarnya NU lah yang mempresentasikan Islam ala Nabi yang damai. [dutaislam/ka]

close
Banner iklan disini