Media Massa Diingatkan Tak Gunakan Diksi Promosi Terorisme
Cari Berita

Advertisement

Media Massa Diingatkan Tak Gunakan Diksi Promosi Terorisme

Duta Islam #02
Selasa, 16 Juli 2019

Talkshow BNPT dan FKPT Jatim di RRI Surabaya.
DutaIslam.Com - BNPT terus berupaya menekan setiap potensi yang dapat memicu terjadinya aksi terorisme. Menggandeng Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Timur, Senin (15/07/2019), live talkshow digelar di RRI Surabaya untuk mensosialisasikan pentingnya menghindari penggunaan diksi promosi terorisme oleh media massa pers.

Talkshow tersebut digelar dalam rangkaian kegiatan Pelibatan Media Massa Pers dalam Pencegahan Terorisme. Hadir sebagai narasumber adalah anggota Majelis Etik Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Willy Pramudya, Ketua FKPT Jawa Timur,  Soubar Isman, dan Kepala Seksi Partisipasi Masyarakat Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, (Letkol (Laut) Setyo
Pranowo.

"Talkshow di RRI seperti ini bukan yang pertama dilaksanakan, tapi juga tidak akan menjadi yang terakhir. Kami akan terus melaksanakannya, mengingat pentingnya menggandeng media massa untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap terorisme," kata Setyo.

"Yang disampaikan Pak Setyo benar.  Salah satu yang penting untuk terus diulang disampaikan adalah bagaimana media dapat menghindari mempromosikan terorisme. Pemberitaan jangan menggunakan istilah yang mempromosikan, seperti pengantin, jihad, amaliah, dan sejenisnya," kata Willy Pramudya menimpali.

Willy menambahkan, terorisme pada dasarnya bertujuan menebar ketakutan di masyarakat. Penggunaan istilah yang mempromosikan  terorisme tak ubahnya bentuk dukungan media massa pers terhadap kejahatan tersebut. "Ini yang menjadi tergat kami. Jangan sampai media massa justeru melipatgandakan ketakutan yang ditebar oleh pelaku terorisme," tambahnya.

Mantan redaktur di media cetak nasional tersebut menyarankan, pers menggunakan istilah apa adanya untuk menggambarkan kejadian terorisme.

"Pelaku bom yang tulis saja pelaku bom, jangan disamarkan dengan istilah pengantin. Mengapa? Karena istilah itu sejatinya memang diciptakan oleh pelaku (terorisme) untuk mengaburkan kejahatan yang dilakukannya," urai Willy.

Ketua FKPT Jawa Timur, Soubar Isman, membenarkan apa yang disampaikan oleh Setyo Pranowo dan Willy Pramudya. Sebagai mitra strategis BNPT dalam pencegahan terorisme, FKPT mendorong pers berperan aktif.

"Khususnya di Jawa Timur kita harus bersama-sama, berninergi, untuk mewujudkan Jawa Timur yang aman dari setiap bentuk ganggunaan, tak terkecuali terorisme," ungkap Soubar.

Selain melalui media massa pers, polisi aktif berpangkat Komisaris Besar tersebut juga mengatakan, FKPT Jawa Timur telah melakukan sosialisasi pencegahan terorisme di beberapa kampus. [dutaislam.com/shk/gg]

close
Banner iklan disini