Kitab Passalattan Muhammadiyah Berbahasa Jawa Hanacaraka Ada Doa Qunutnya
Cari Berita

Advertisement

Kitab Passalattan Muhammadiyah Berbahasa Jawa Hanacaraka Ada Doa Qunutnya

Duta Islam #03
Minggu, 07 Juli 2019

Kitab Pasalattan Terbitan Muhammadiyah Berbahasa Hanacaraka yang ada doa qunutnya. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Akun Twitter bernama Sam Ardi @Sam_Ardi memposting foto kitab yang disebutnya Passalatan. Ardi mengatakan bahwa kitab terbitan Muhammadiyah jaman dulu tersebut memuat doa qunut.

"Pasalattan terbitan Moehammadijah, ada doa qunutnya, teks Arab dengan terjemahan menggunakan bahasa Jawa hanacaraka. Manteb tho?," tulis Ardi, Sabtu (06/07/2019).
Sontak postingan Ardi mendapat banyak respon dari netizen. Hingga Ahad (07/07/2019) pukul 12:44, postingan Ardi telah diretweet 785 kali, disukai 1,715 kali, dan mendapatkan 63 komentar.

Di Muhammadiyah, qunut dalam shalat subuh memang tidak dipakai. Muhammadiyah, melalui Majelis Tajih mengeluarkan fatwa bahwa qunut shalat subuh tidak bisa dibenarkan karena hadis yang menjelaskan tentang qunut lemah.

"Sedangkan untuk Qunut Subuh, Muhammadiyah berpendirian bahwa qunut yang dilakukan khusus pada saat shalat subuh tidak dibenarkan karena dalilnya lemah." Demikian Fatwa Tarjih Muhammadiyah dikutip dari Suaramuhammadiyah.id.

"Sebenernya kalo kalian baca HPT, sangat jelas disana alasan Muhammadiyah tidak pakai qunut," tulis akun  @HDikdaya, mengomentari postingan Sam Ardi, dengan melampirkan link fatwa tersebut.
Sementara akun beranama Pernama menilai bahwa berkunut atau tidak dalam shalat subuh sama saja. Yang menjadi masalah justru yang mengomentari postingan Sam, apakah dia shalat atau tidak. "Podo wae. Ada sholat subuh pakequnut apa ndak ntu gak masalah. Yang jadi masalah itu yang komen pada sholat subuh apa tidak," katanya.

Akun bernama @Maghfisinar menguatkan postingan Sam. Dia mengaku, pernah membedah buku yang berjudul 'Muhammadiyah itu NU" yang salah satunya membahas tentang qunut. Menurut Maghfi, dalam fiqih Muhammadiyah dulunya memang ada doa qunut.

"Saya pernah bedah buku dengan penulis buku yang berjudul Muhammadiyah itu NU, yang salah satunya juga di bahas Doa qunut Pak. Katanya, memang fiqih Muhammadiyah itu dulunya ada Qoa Qunut," tulis Maghfi. [dutaislam.com/pin]



close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah