Kiai NU Minta Khofifah Waspada Radikalisme, Mantan HTI Siap Ungkap Anggota HTI Jatim
Cari Berita

Advertisement

Kiai NU Minta Khofifah Waspada Radikalisme, Mantan HTI Siap Ungkap Anggota HTI Jatim

Duta Islam #02
Selasa, 23 Juli 2019

Khofifah Indar Parawansa. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Sejumlah Kiai PWNU Jatim dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan tertutup di sebuah restoran di Surabaya, Selasa (22/7/2019).

Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar mengatakan, pertemuan itu bertujuan untuk silaturahmi. Pada momen itu, para Kiai PWNU mengingatkan Khofifah agar waspada radikalisme.

"Waspada radikalisme itu harus diawali dari Pemprov. Kalau pemprovnya enggak peka terhadap radikalisme, mana mungkin bisa menginstruksi lembaga-lembaga lain di bawahnya?" ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Kiai Marzuki meminta Khofifah memastikan semua pejabat di lingkungan Pemprov Jatim, dari atas ke bawah sampai ke samping, bersih dari anti-Pancasila, bersih dari radikalisme.

"Semuanya harus full NKRI. Harus! Apapun agamanya, sukunya, itu urusan pribadi. Yang penting harus full NKRI!," katanya.

Bukan tanpa dasar PWNU Jatim menemui Khofifah hari ini. Marzuki menegaskan, para Kiai mengusulkan sesuatu karena tahu ada sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov yang terpapar radikalisme.

"Kalau kami enggak tahu enggak mungkin usul. Kami usul, karena kami tahu. Fulan (orang tertentu,red) ada di dinas itu, fulan ada di RS mana. Kami tahu," ujarnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, akan melakukan gerakan yang lebih sistemik mereduksi intoleransi dan radikalisme di Jawa Timur.

"Kalau menghilangkan sama sekali, susah, ya. Mereduksi intoleransi dan radikalisme di Jawa Timur dalam sebuah mekanisme yang harmoni. Itu yang paling dominan dalam perbincangan tadi," katanya.

Implementasi upaya mereduksi radikalisme ini, kata Khofifah, paling memungkinkan di bidang pendidikan. Pesantren di Jawa Timur yang menurutnya selama ini terbukti memagari NKRI secara signifikan.

"Penguatan di Pesantren Madrasah Diniyahnya itu jadi bagian penting. Saat yang sama, harus ada sistem masif yang lebih terkomunikasikan dengan seluruh stakeholder, bagaimana mereduksi radikalisme ini," ujarnya. (Sumber: Suara Surabaya)

Penilaian Masyarakat
Sementara itu, masyarakat menilai tugas Khofifah tidaklah mudah. "Semoga bu khofifah selalu diberi kekuatan untuk memberantas paham radikal di lingkungan Pemprov Jatim," ujar Anwar Sadad kepada Dutaislam.com, mengomentari pertemuan itu.

"HTI nya kecil, tapi kaum sawah sangat banyak," imbuhnya.

Mantan HTI, Ayik Heriansyah juga turut mengomentari pertemuan tersebut. Dia bersedia mengungkap anggota HTI Jatim jika diminta.

"Kalo mau jumlah anggota HTI di Jatim per kecamatan atau kabupaten, saya punya datanya," ujarnya.

Ayik menjelaskan, dia memiliki data seluruh anggota HTI ketika dia masih bergambung di organisasi yang sekarang dibubarkan pemerintah itu.

"Pada tahun 2014 anggota HTI hanya 6020 orang," katanya. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini