Jumlah Follower 5 Ustaz Medsos Ini, Masih Kalah dengan Ayu Tingting Seorang!
Cari Berita

Advertisement

Jumlah Follower 5 Ustaz Medsos Ini, Masih Kalah dengan Ayu Tingting Seorang!

Duta Islam #02
Jumat, 26 Juli 2019


DutaIslam.Com - Belakangan, Kumparan merilis daftar ustaz dengan follower terbanyak di media sosial.

Ustaz-ustaz terebut adalah Hanan Attaki dengan follower terbanyak mencapai 7,4 juta, AA Gym 4,6 juta, Felix Siauw 4 juta, Ali Jaber 2,7 juta, Yusuf Mansur 2,5 juta. Jika ditotal semua maka jumlahnya adalah 21,2 juta.

Ustaz-ustaz tersebut bak artis, diikuti oleh folowernya, dibagikan ceramahnya, bahkan terkadang ditiru gayanya. Tapi tetep aja kalah sama artis sungguhan Ayu Tingting, yang jumlah follower Instagramnya mencapai 33,8 juta.

Di antara ustaz medsos tersebut bahkan tidak diketahui kredibelitas keilmuannya oleh followernya. Padahal guru yang kredibel sangat penting untuk menjaga materi agama yang disampaikan, apakah bisa dipertanggungjawabkan apa tidak.

Seperti Felix Siauw misalnya, wahai follower Felix Siauw apakah Anda tahu sanad keilmuan Felix Siauw?

KH Hasyim Asy'ari dalam kitabnya Adab al-Alim wa al-Muta’allim menyebutkan pentingnya memilih guru yang kredibel. Berikut keterangannya:

Berpikir matang-matang sebelum memilih guru
Seorang santri tidak boleh sembarangan memilih guru yang hendak ia timba ilmu dan adabnya. Sebelum memutuskan siapa gurunya, hendaknya terlebih dahulu beristikharah, meminta petunjuk kepada Allah agar diberi guru yang terbaik untuk dirinya. Bila memungkinkan, guru yang dipilih sebaiknya adalah pribadi yang betul-betul mumpuni ilmunya, dapat menjaga harga dirinya, memiliki kasih sayang, dan masyhur keterjagaannya (dari hal-hal tercela). Guru sebaiknya juga seseorang yang baik penyampaiannya. Karena begitu pentingnya memilih seorang guru, sebagian ulama mengatakan:

هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذون دينكم

“Ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari mana kalian mengambilnya.”

Memilih guru yang kredibel
Guru yang dipilih hendaknya orang yang mengerti agama secara sempurna, sanad keilmuannya jelas, yaitu mereka yang diketahui mengambil ilmu dari para masyayikh yang cerdas, dari gurunya lagi, hingga Rasulullah Saw. Tidak cukup belajar agama dari seseorang yang hanya mengambil ilmu dari buku-buku tanpa digurukan. Menurut Hadratussyekh, belajar tanpa memiliki sanad keilmuan yang jelas atau hanya mencukupkan dari buku-buku, sangat mengkhawatirkan. Rentan sekali terdapat kekeliruan. Oleh karenanya, di samping rajin membaca dan mempelajari buku-buku, penting sekali untuk mencari guru yang mentashih atau membenarkan. Rais akbar Nahdlatul Ulama tersebut mengutip statemen Imam Syafi’i radliyallahu ‘anh:

من تفقه من بطون الكتب ضيع الاحكام

“Barangsiapa belajar fiqih dari buku-buku (tanpa digurukan), maka ia telah menyia-nyiakan hukum-hukum agama.” [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini