HTI Lobi Kiai Jawa Timur
Cari Berita

Advertisement

HTI Lobi Kiai Jawa Timur

Duta Islam #07
Senin, 29 Juli 2019

Biografi kh. sholeh qosim sepanjang
HTI lobi kiai jawa timur. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - KH. Sholeh Qosim pernah ketamuan 3 orang pemuda yang mengaku dari pengurus HTI Jawa Timur. Awalnya beliau enggan menemui mereka karena sudah berkali-kali mendengar kalau mereka menganggap Indonesia adalah negara taghut, disebabkan Indonesia berdasar Pancasila.

Diperintahlah Jazuli, anaknya, agar menemui mereka. Jazuli mengingatkan 3 pemuda tersebut kalau KH. Sholeh Qosim kurang suka (sreg) menemui mereka. Ditegaskan oleh Jazuli, sudahlah, lahan dakwah sampeyan kan ada sendiri, tidak usah melibatkan bapakku."

Tapi mereka tetap bersikeras minta bertemu KH. Sholeh Qosim untuk silaturrahim. Akhirnya
KH. Sholeh Qosim bersedia menerima tapi tanpa memberi kesempatan mereka berbicara sedikitpun. KH. Sholeh Qosim langsung memberondong mereka dengan beberapa penekanan-penekanan.

Baca: Tak Percaya Felix Tobat, Ayik Mantan HTI Ingatkan Strategi Licik HTI

Kata beliau, "Muktamar NU di Banjarmasin menetapkan bahwa Indonesia ini Darul Islam, walaupun waktu itu masih dijajah Belanda. Mengapa begitu karena di Indonesia dulunya sudah ada kerajaan-kerajaan Islam. Selain itu dengan penetapan itu maka para pejabat yang terkait dengan masalah pernikahan bisa melakukan proses pernikahan di bawah payung hukum yang sah.

Mengapa dulu para kyai memberi gelar Waliyyul Amri Dharuri bis Syawkah kepada Bung Karno, supaya tidak ada kekosongan hukum, apalagi waktu itu Kartosuwiryo mengaku sebagai pemimpin negara Islam.

Biografi KH. Sholeh Qosim Sepanjang


Sebab kalau terdapat kekosongan hukum, nanti berbagai aturan di bawah tidak berlaku, termasuk produk para petugas pencatat pernikahan bisa tidak berlaku. lha kalau tidak berlaku kan tidak sah, kalo tidak sah, berarti yang menikah waktu itu dihukumi zina semua, lha kalo seperti itu kan bisa rusak semua.

Termasuk anda semua ini yang menganggap Pancasila itu taghut, Indonesia itu taghut, berarti kalau anda menganggap seperti itu anda bisa-bisa termasuk keturunan pezina. Sebab produk hukum negara Indonesia ini sudah lama sejak sebelum anda lahir.

Baca: Di Depan Masjid Baing Yusuf Purwakarta Dikibarkan Bendera Khas HTI, Waras?

Hati-hati ya, kalo  ngomong. Sudah begitu saja, maaf saya tidak bisa bincang-bincang lebih banyak lagi. Sudah lanjutkan dengan anak saya."

Semoga kita senantiasa diberikan kesadaran dalam menjaga keutuhan Negara Indonesia, dengan budaya dan tradisi yang menjadi identitas negara kita sendiri.  [dutaislam/ka]

Cerita ini diambil dari FB. Gus Muhammad Nuh, ketika adiknya Gus Ahmad Jazuli mendampingi ayahnya, mbah KH. Sholeh Qosim.

close
Banner iklan disini