Habib Rizieq-Anis Dapat Ancaman Pembunuhan Lewat Video, Anis Santai, FPI Gusar
Cari Berita

Advertisement

Habib Rizieq-Anis Dapat Ancaman Pembunuhan Lewat Video, Anis Santai, FPI Gusar

Duta Islam #03
Jumat, 26 Juli 2019

Pengurus FPI Novel Bamukimin (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan (kanan). Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Seorang laki-laki lewat video yang kini beredar di media sosial mengancam membunuh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Amien Rais dan Imam Besar Ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku sudah menerima kiriman video tersebut namun belum sempat melihatnya. "Saya sudah ada yang ngirimin tapi belum sempat lihat. Apa isinya?" tanya Anies, Kamis (25/7/2019) malam dikutip dari Kaltim.tribunnews.com.

Anies menilai hal tersebut sebagai bentuk pendapat, pandangan, maupun tanggapan atas dirinya.

"Ya masyarakat bisa menilai sendiri ini adalah sebuah era keterbukaan di mana siapa saja boleh mengungkapkan pendapatnya, pandangannya. Tidak ada yang melarang dan kita semua nanti malah bisa memiliki penilaian objektif atas apa yang dikatakan," kata dia.

Anies pun mengaku santai saja dan tidak merasa terganggu. "Enggak lah, biasa saja. Saya enggak merasa terganggu dan kita terus kerja urus Jakarta apapun yang dikatakan orang tugas kita adalah menjalankan semua rencana gitu saja," tutupnya.

Sementara itu, pengurus FPI Novel Bamukmin mengatakan bahwa lelaki di video tersebut bukan kali pertama mengancam pembunuhan terhadap Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Menurut Novel, beberapa video sebelumnya juga pernah menyampaikan hal serupa.

Namun FPI merasa untuk mencari keberadaan orang tersebut karena pelaku disinyalir berada di luar Indonesia. Hingga kini FPI belum melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Novel mengaku masih mengumpulkan bukti sebelum melaporkannya ke polisi.

“Kami harus mengumpulkan data-data dan bukti yang kuat untuk melaporkannya. Insya Allah bila semua sudah lengkap kami juga akan melaporkannya,” ujar Novel dikutip dari Pikiran-rakyat.com. 

Sejauh ini video tersebut diduga dibuat di Hong Kong. Hanya saja pihak berwenang belum bisa memastikan lokasi pembuatan video tersebut.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Ditsiber Bareskrim Polri akan mendalami dugaan pelanggaran pidana dalam video tersebut terlebih dahulu. Hingga saat ini, belum diketahui identitas pria tersebut.

“Dipelajari dulu,” ujarnya, Kamis (25/7) dikutip dari MSN.Com. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini