Awas! Beredar Buku 'Fiqih Khilafah dalam Madzhab Syafi'i' Propaganda HTI
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Awas! Beredar Buku 'Fiqih Khilafah dalam Madzhab Syafi'i' Propaganda HTI

Duta Islam #03
Kamis, 18 Juli 2019
Loading...


Buku 'Fiqih Khilafah daa]lam Madzhab Syafi'i' Propaganda HTI. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Kegigihan HTI membuat propaganda khilafah masih terus dilakukan. Setelah gagal melalui pemeritahan hingga akhirnya dibubarkan pemerintah, propaganda khilafah terus dilakukan melalui jalur informal dengan menerbitkan buku-buku.

Salah satunya buku 'Fiqih Khilafah dalam Madzhab Syafi'i'. Buku tersebut merupakan salah satu propaganda ideologi khilafah ala HTI yang kini beredar di pasar online. Dengan menggunakan embel-embel syafi'i, kelompok HTI berusaha mempengaruhi pikiran masyarakat Indoensia yang mayoritas berpedoman kepada Imam Syafi'i khususnya warga Nahdliyin.

Pelusuran Dutaislam.com, buku 'Fiqih Khilafah dalam Madzhab Syafi'i diterbitkan Penerbit Quwwah. Buku tersebut telah disebarkan 13 Juli 2019 sebagaimana catatan posting Penerbit Quwwah melalui aku Fanpage Facebooknya. Buku tersebut ditulis Abdurrahman al-Khaddami dan disunting Abu Fursan.

Kalau tidak percaya buku tersebut bagian dari propaganda HTI bisa dilihat di daftar isinya yang berisi: Definisi Khilafah (Imamah) hal 48, Kewajiban Menegakkan Khilafah (Imamah) hal 59, Ijmak Sahabat Mengenai Khilafah (Imamah) hal 62, Pelaksanaan Fardhu Kifayah Terkait Khilafah (Imamah) hal 67, Fungsi Khilafah (Imamah) hal 73, Syarat Khalifah/Imam hal 83, dan Darul Imam dan Darul Islam hal 98.

Mengomentari buku tersebut Mantan HTI Babel yang kini menjadi Pengurus NU Jabar Ayik Heriyansyah mengatakan, kegigihat HTI mengelabuhi warga NU sangat luar biasa.  Pencabutan badan hukum oleh pemerintah dijadikan peluang dan tantangan oleh HTI untuk menyebarkan pahamnya dengan jalan informal.

"Makanya saya tidak pernah menggunakan istilah Eks HTI karena HTI tidak akan pernah mati aktifisnya ganti ideologi atau mati," ujar Ayik kepada Dutaislam.com.

Tak ada jalan lain kecuali masyarakat tanah air yang masih waras harus waspada dan pemerintah perlu mengambil langkah agar ideologi HTI tidak terus mempengaruhi pikiran masyarakat. [dutaislam.com/pin]

Loading...