Ada Protes Pondok NU Bernama Ibnu Taymiyah yang Dianggap Dedengkot Wahabi, Ini Jawaban Kiai Cholil Nafis
Cari Berita

Advertisement

Ada Protes Pondok NU Bernama Ibnu Taymiyah yang Dianggap Dedengkot Wahabi, Ini Jawaban Kiai Cholil Nafis

Duta Islam #03
Senin, 08 Juli 2019

Asrama Putra Pondok Pesantren Darussalam Ciamis. Foto: Dok Kiai Cholil Nafis.
DutaIslam.Com - Ada yang mempertanyakan mengapa ada pondok aswaja yang berhaluan NU menggunakan nama Ibn Taymiyah. Padahal, menurut yang memprotes, salah satu cendikiawan muslim itu adalah dedengkot aliran Wahabi.

Baca juga: Daftar Ulama Wahabi, Dalam Maupun Luar Negeri yang Wajib Dijauhi

Hal ini bermula saat Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis memposting foto putranya yang nyantri di pesantren Darussalam Ciamis. Terlihat dalam foto tersebut, putra Kiai Cholil berfoto di depan asrama yang di belakangnya tertulis "Asrama Putra Ibnu Taymiyah".

"Mulai hari ini si Abang Hasby mondok di Pesantren Darussalam Ciamis Program MAN PK.  Mudah-mudahan sukses, mudah cari ilmu dan Ilmu bermanfaat," tulis Kiai Cholil di Twitter, Sabtu (06/07/2019).

"Ada trilogi pendidikan yang akan dicamkan kepada anak didiknya: Keadaban, Keilmuan dan Kepemimpinan," sambungnya.
Baca juga: Shalawat Nariyah Menyelamatkan Mahasiswi Ini dari Jeratan Salafi Wahabi

Postingan Kiai Cholil mendapat sejumlah respon. Salah satunya dari akun bernama Saad Ibn Amir melalui akun Twitter @Saad77amir. Amir lantas mempertanyakan mengapa pondok aswaja menggunakan nama Ibnu Taymiyah. Pertanyaan Saad bernada sindirian seolah-olah Wahabi adalah ajaran yang benar.

"Kata orang-orang aswaja, Ibnu Taymiyah itu dedengkot Wahabi. Kok pondok NU pake namanya? Atau memang yang dijuluki Wahabi itu memang yang benar ajarannya ya pak yai? cuma nanya," tulis Saad.
Pertanyaan Saad diprotes oleh Ammooameen. Menurutnya, mempertanyakan Ibn Taymiyah sebagai dedengkot Wahabi adalah pertanyaan orang-orang bodoh. Pasalnya, Abdul Wahab yang merupakan pendiri Wahabi hidup jauh sebelum Ibn Taymiyah.

"Ibnu Taymiyah dedengkot Wahabi itu pernyataan orang-orang pekok. Masa hidup Ibnu Taimiyah 661h-728h/1263m-1328m. Sedangkan Muhammad Ibn Abdulwahhab 1115h-1206h/1703m-1791m," kritik Amooaameen.
Baca juga: Download PDF Gratis Buku Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi

Kiai Cholil Nafis juga mengomentari protes Saad. Menurut Kiai Cholil, Ibn Taymiyah adalah seorang ulama sekaligus pemikir Islam. Ibn Taymiyah bisa benar juga bisa salah. Sehingga siapapun boleh setuju atau tidak terhadap hasil karyanya. Karena itu, kata Kiai Cholil, segala upaya yang telah dilakukan Ibn Taymiyah harus dihargai dan tidak benar jika lantas membencinya.
"Ibnu Taymiyah ulama dan pemikir Islam. Mungkin benar dan juga mungkin salah karena ia tak ma’shum. Karenanya hargai upayanya. Boleh setuju juga boleh tidak atas hasil karyanya tapi tak pas kalau membencinya," balas Kiai Cholil Nafis, Ahad (07/07/2019). [dutaislam.com/pin]






close
Banner iklan disini