Yaman: Habib, Komunis, Yahudi
Cari Berita

Advertisement

Yaman: Habib, Komunis, Yahudi

Duta Islam #02
Sabtu, 29 Juni 2019

Ibukota Yaman. (Foto: istimewa)
Oleh Sumanto Al Qurtuby

DutaIslam.Com - Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, Yaman dianggap sebagai "negeri para habib" lantaran banyak habib (jamak: haba'ib), baik yang waras maupun yang degleng, yang asal-usul, leluhur, atau kakek-nenek moyangnya dari Yaman.

Sangking tidak tau dan lugunya, semua orang Arab Yaman dianggap sebagai "habib". Bukan hanya itu saja, sangking unyunya, semua orang (Arab) Yaman dianggap ahli Islam. Rasanya ingin mijit kepala mereka dengan til-martil.

Padahal, sejarahnya, kelompok habib (atau disebut "kaum sadah") ini cuma seupil saja. Yang kebetulan ahli studi Islam juga cuma seupil nduwil. Selebihnya adalah warga (Arab) Yaman non-habib dan non-spesialis studi Islam dari kalangan kelas sosial-ekonomi rendahan.

Dulu, mereka rela berkelana terlunta-lunta dan berlayar menyusuri samudra ke kepulauan Melayu-Indonesia karena daerahnya sering dilanda perang, kerusuhan, paceklik, dan kelaparan. Hingga kini, Yaman, oleh PBB, digolongkan sebagai salah satu negara terkere di dunia yang susah mendapatkan akses minuman, makanan, pendidikan, apalagi pekerjaan.

Sebagian dari mereka hilir-mudik pulang ke Yaman, sebagian lagi cuma ngirim uang dengan dititipkan teman atau saudara yang mudik, sebagian lagi kawin-mawin dengan penduduk lokal Melayu-Indonesia. Keturunan mereka, anak-cucunya sekarang, beraneka ragam profesi dan tingkah polahnya. Ada yang jadi pedagang kain, pedagang tasbih, pendagang minyak wangi, sampai pedagang agama juga ada. Yang akademisi juga ada, yang tukang demo juga ada. Yang jadi birokrat ada, yang jadi "biropret" juga ada.

***

Di Yaman sendiri, komunitas habib ini mayoritas terkonsentrasi di Yaman selatan, tepatnya Hadramaut, lebih tepatnya lagi Tarim. Diluar itu ya komunitas non-habib. Seperti negara-negara lain di Timur Tengah dan dunia manapun, populasi Yaman juga beraneka macam kelompok etnik, agama, ideologi dan politik.

Yang menarik, Yaman adalah sebagai salah satu basis Komunisme paling kuat di Timur Tengah dan pernah menguasai politik-pemerintahan serta mampu bertahan hingga kini (saya pernah menulis tentang ini di Deutsche Welle). Bahkan ada juga tokoh-tokoh elit Komunis Yaman ini yang dari kemunitas habib.

Yaman juga menjadi rumah bagi sekelompok umat Yahudi yang sering disebut "Yahudi Yaman" (al-Yahudu al-Yamaniyun) atau kadang disebut "Teimanim" yang berbeda secara substansial dengan kelompok Yahudi Ashkenazi, Sephardi, Mizrahi dan lainnya. Foto di bawah ini adalah salah satu contoh kelompok Yahudi Yaman. Mereka sedang membaca salah satu bagian dari kitab Bibel Ibrani.

Sejarah Yahudi Yaman ini sangat panjang sekali lebih panjang dari jalan "Tol Jokowi". Jadi mungkin lain kali saja saya tulis. Di Yaman, populasi umat Yahudi tersebar di berbagai daerah: Sana'a, Sada'a, Sa'dah, Dhamar, Aden, dlsb. Mereka juga ada yang tinggal di Israel, Amerika, Lebanon, dlsb.

Seperti umat Yahudi lain, kelompok Yahudi Yaman juga memiliki berbagai tokoh legenda dan sarjana ternama yang sangat masyhur. Diantara mereka adalah Salim al-Syabazzi Masyta atau Rabbi Syalom bin Yusuf Syabazzi. [dutaislam.com/gg]

Jabal Dhahran, Jazirah Arabia.


Source: Sumanto Al Qurtuby

close
Banner iklan disini