SMRC Sebut Jokowi Lebih Demokratis dari SBY, Dahnil Nyinyir Singgung Nama Majapahit hingga Akhirat
Cari Berita

Advertisement

Loading...

SMRC Sebut Jokowi Lebih Demokratis dari SBY, Dahnil Nyinyir Singgung Nama Majapahit hingga Akhirat

Duta Islam #03
Senin, 17 Juni 2019
Loading...

Tim BPN Prabowo Dahnil Azhar Simanjuntak. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan bahwa pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih demokratis di mata masyarakat dibanding era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Hal ini merujuk dari hasil survei yang melibatkan ribuan responden dari seluruh wilayah Indonesia secara acak.

"Dari tiga rezim, mayoritas publik menilai rezim SBY dan Jokowi adalah rezim demokratis. Sementara rezim Soeharto adalah rezim diktator," tutur Direktur SMRC Sirojuddin Abbas, Ahad(16/06/2019), dikutip dari CNNIndonesia.com.

Sirojuddin menjelaskan, dalam survei responden diminta memberikan skor 1-10. Akor 1 berarti AA harapan diktator. Sementara skor 10 berarti sangat demokratis. Hasilnya, era pemerintahan Jokowi mendapat skor 7,37. Sementara SBY memperoleh skor 7,15. Era pemerintahan Soeharto mendapat skor 4,79, jauh di bawah Jokowi dan SBY.

Mengetahui hasil survei SMRC, Koordinator Tim Pemenangan Prabowo Dahnil Azhar Simanjuntak terlihat tidak senang. Ketidaksenangan dahnil dapat dilihat dari postingannya Twitter. Dahnil memposting berita yang tayang di CNNIndonesia dengan caption nyinyir. Bahkan, Dahnil membawa nama Majapahit dan akhirat dalam kicauannya tersebut.
"Saya kira dalam sejarah dunia akhirat, bahkan bila dibandingkan era Majapahit. Era Pak Jokowi lebih Demokratis. Sangat Sangat sangat demokratis...sangat Demokratis. Sangat demokratis," tulis Dahnil, Senin (17/06/2019). [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini