Sama dengan Ngajak Carok, Wakil Rois Syuriah PCNU Jatim Sebut Hinaan Sugi Nur ke NU Berbahaya
Cari Berita

Advertisement

Sama dengan Ngajak Carok, Wakil Rois Syuriah PCNU Jatim Sebut Hinaan Sugi Nur ke NU Berbahaya

Duta Islam #03
Sabtu, 15 Juni 2019

Sugi Nur usai sidang kasus ujaran kebencian ke NU di PN Surabaya, Kamis (13/06/2019). Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Sidang kasus video hina NU yang menjerat Sugi Nur Rahrja berlangsung di  Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (13/06/2019). Empat saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memberikan kesaksian terkait video Sugi berjudul "Gerenasi Muda NU Penjilat" tersebut.

Baca juga: Heboh Sugi Nur Sumpahi 21 Turunannya Hancur Karena Anggap KPU Curang

Keempat saksi yang dihadirkan yaitu Ma'ruf Syah, Nuruddin Ar Rahman, Muhammad Syukron, dan Muhammad Nizar.

Dalam persidangan, Ma'ruf Syah yang juga sebagai dosen tetap di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) tersebut mengakui bahwa dirinya yang melaporkan Sugi ke Polda Jatim. Ma'ruf juga mengaku bahwa dirinya mengetahui terkait video ujaran kebencian oleh Sugi.

"Karena membawa dampak buruk bagi anak-anak kita. Dengan menyebut kata-kata kotor, karena dia mengaku sebagai ustadz yang tidak pantas melontarkan kata-kata tersebut," kata Ma'ruf Syah, dikutip dari Detik.com.

Baca juga: Berikut Ini Adalah Karomah Tak Terkalahkan Sugi Nur Raharja Rahimahullah

Ma'ruf Syah juga menyampaikan alasan mengapa dirinya melaporkan Sugi terkait video tersebut. Menurutnya, dengan video tersebut, seakan-akan membenarkan bahwa generasi NU jelek. Kemudian, lanjut Ma'ruf, video tersebut dapat menjadi pendidikan yang jelek bagi anak-anak generasi muda ketika melihat tampilan di akun Sugi.

"Seakan-akan menjadi pendidikan kurang baik bagi anak-anak yang kita didik dengan akhlakul karimah. Dengan adanya ceramah itu seakan-akan membenarkan bahwa itu benar," katanya.

Baca juga: Mengapa Orang Seperti Sugi Nur Punya Banyak Pengikut?

Sementara Wakil Ketua Syuriah PWNU Jatim Kiai M Nuruddin Ar Rahman menyayangkan perkataan Gus Nur dalam video tersebut. Menurutnya, secara moral sebagai dai seharusnya penyampaian lisan Sugi harus sopan. Di samping itu, lanjut Kiai Nuruddin, ada perkataan Sugi yang dapat memicu pertengkaran seperti "Kalau loe jual, saya beli kita beli" sebagaimana dikatakan Sugi.

"Itu kalau menurut orang Madura ngajek carok, itu bahaya. Oleh sebab itu semoga dia sadar," katanya, masih dikutip dari Detik.com. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini