Profesor Australia Geram Artikelnya Dikutip Tim Prabowo dengan Tafsir Fitnah
Cari Berita

Advertisement

Profesor Australia Geram Artikelnya Dikutip Tim Prabowo dengan Tafsir Fitnah

Duta Islam #01
Senin, 17 Juni 2019

artikel tim lindsey dikutip tanpa ijin oleh tim prabowo sandi ke MK
Bambang yang salah kutip artikel Tim Lindsey dari Amerika mendapatkan peringatan keras karena membuat tafsir yang bernada fitnah dan tidak ijin terlebih dahulu menggunakan artikel tersebut kepada penulis. (Foto: Tribunnews.com)

Dutaislam.com - Profesor asal Australia, Tim Lindsey, marah besar dan menyampaikan protes keras kepada tim hukum Prabowo Subiyanto-Sandiagay Uno yang mengutip artikelnya secara tidak utuh dalam berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Lindsey mengatakan dirinya tidak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter seperti yang dituduhkan oleh tim hukum Prabowo.

Baca: Anggap Benalu, Sri Mulyani Tidak Akan Memaafkan ASN Anti Toleransi

Sehingga dengan demikian, apa yang dikatakan oleh Tim Hukum Prabowo di muka pengadilan terhadap Presiden Joko Widodo adalah tidak berdasarkan fakta alias fitnah.

"Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu," kata Prof. Tim Lindsey.

Ia lalu menjelaskan artikelnya tentang Jokowi itu ditulis pada tahun 2017.

Lindsey menyebut tim hukum Prabowo-Sandi telah mencatut dan menggunakan artikelnya di luar konteks, sehingga tidak bisa menjadi referensi bagi argumen mereka dalam sidang sengketa Pilpres 2019.

Baca: Tanda Bahaya Bila TNI Sudah Terpapar Ikut Barisan Shalat ala Wahabi

Selain itu, kata Lindsey, tim hukum Prabowo juga tidak pernah meminta izin untuk mengutip artikelnya.

"Mereka tidak pernah membicarakannya dengan saya dan tidak pernah meminta izin menggunakan artikel saya. Saya tidak ada urusannya dengan kasus yang dihadapi Prabowo," ujarnya.

Berikut protes keras lengkap Tim Lindsey yang dikirim via email ke Detikcom, Sabtu, 15 Juni 2019:

My article was NOT written about these elections. It was written in 2017.

Prabowo's legal team included a quote from my article in their petition that was (1) clearly taken out of context, (2) contained emphasis (bolding, underlining etc) that was NOT in the original, and (3) does NOT support the argument they say it supports.

In my article, I was simply discussing the political predicament Jokowi was facing in 2017. I did NOT say in the article that Jokowi was authoritarian, as Prabowo's legal team claim, and I did NOT say there would be fraud in the elections.

Prabowo's legal team did NOT discuss their use of my article with me, and they did NOT seek my agreement or approval. I had nothing to do with the preparation of Prabowo's case. 

Jokowi's legal team have reviewed my article. They announced publicly through Arsul Sani, a member of Jokowi's team, that the article does not say the things Prabowo's team claim that it says. They agree that I have been misquoted/misrepresented by Prabowo's Legal Team.

Best wishes,
Tim Lindsey 

[dutaislam.com/ab]

Sumber: Detikcom

close
Banner iklan disini