Keutamaan Menolong Sesama Muslim
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Keutamaan Menolong Sesama Muslim

Duta Islam #04
Minggu, 16 Juni 2019
Loading...

Penjelasan keutamaan menolong sesama muslim (sumber: nuonline)
Umat Islam satu sama lain diibaratkan satu bangunan. Di mana satu sama lain saling memperkokoh dan menguatkan.

DutaIslam.Com - Ketika ada saudara sesama umat Islam tertimpa musibah, pada dasarnya ikut merasakan kepedihan yang melandanya. Bahu membahu meringankan beban yang ditanggung umat Islam lainnya.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، مَثَلُ الْجَسَدِ، إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi seperti tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” (HR. Muslim)

Baca: Keutamaan Berwudhu

Rasulullah SAW mengingatkan besarnya pahala menolong saudara seiman. Membantu sesama orang mukmin merupakan satu amalan yang dicintai Allah SWT.

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ, أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً, أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا, أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا

“Amalan yang paling dicintai Allah SWT adalah menyenangkan seorang muslim, mengatasi kesulitannya, menghilangkan laparnya, atau membayarkan hutangnya" (HR. Thabrani)

Di dalam riwayat lain disebutkan, Allah SWT menyanyangi hamba-hambaNya yang penyanyang. Di samping itu, Allah juga menjanjikan pertolongan baginya di akhirat kelak.

مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah akan melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan, maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat” (HR. Muslim).

Baca: Manfaat Medis Ketika Dikhitan

Ibnu Rajab dalam kitab Jami’ul Ulum wal Hikam menjelaskan, kesusahan yang dimaksud dalam hadis di atas adalah beban berat yang ditanggung orang mukmin. Kesusahan tersebut sampai membuat dirinya sangat sedih dan menderita.

Upaya menghilangkan kesusahan atau beban hingga derita yang diembannya sirna. Dengan uluran saudara sesama muslim, ia merasa ringan dalam mengahadapi segala rintangan dan kesusahan yang dihadapinya.

Usaha tersebut kelak akan dibalas oleh Allah SWT di akhirat dengan balasan yang besar. Begitu keutamaan meringankan beban sesama muslim sebagaimana termaktub di dalam hadis di atas.

Pada hakikatnya, upaya meringankan kesulitan saudaranya manfaatnya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebab, setiap muslim di akhirat kelak akan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan pertolonganNya [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini