Kapolda Sul-Sel: Waspadai Deportan Suriah
Cari Berita

Advertisement

Kapolda Sul-Sel: Waspadai Deportan Suriah

Duta Islam #02
Minggu, 23 Juni 2019

Dialog “Perempuan Agen Perdamaian” oleh BNPT dan FKPT Sulawesi Selatan.
DutaIslam.Com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan Irjen. Pol. Drs. Hamidin membuka acara yang dilakasanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Selatan di Hotel Swiss Bel Pantai Losari, Jum'at (20/06/2019).

Kegiatan dengan tema “perempuan agen perdamaian” sebagai salah satu alternative yang dilakukan oleh BNPT dalam menghambat penyebaran paham radikalisme dan terorisme agar tidak meluas di tengah masyarakat, jelas Ketua FKPT Sulawesi Selatan Prof. Dr. Arfim Hamid, M.H.

Dalam sambutan Kapolda Irjen. Pol. Drs. Hamidin mengatakan, “kita harus mengawal deportan yang kembali dari Suriah atau alumni ISIS serta mendeteksi orang-orang yang kembali tanpa sepengetahuan pemerintah”.

Lanjut Hamidin bahwa ini adalah tugas BNPT untuk mendata dan melakukan pembinaan lewat program deradikalisasi agar paham yang dibawanya tidak mengancam keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peran semua stekholder juga sangat penting untuk bersama-sama agar paham radikalisme dan terorisme tidak menggerogoti masyarakat, khususnya masyarakat Sulawesi Selatan.

Kasubdit Pembedayaan Masyarakat Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I juga menyampaikan kebijakan BNPT dalam pencegahan radikalisme dan terorisme di Indonesia. Menurutnya bahwa Undang-Undang terorisme Nomor 5 Tahun 2018 sangat efektif dalam pencegahan radikalisme dan terorisme sebab didalamnya juga menuntut atas keterlibatan semua pihan, termasuk masyarakat secara kolektif dalam menekan paham tersebut. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini dengan menggalang tokoh-tokoh perempuan setiap provinsi dalam menghalau radikalisme dan terorisme.

“Deportan yang kembali ke Indonesia harus kita kawal bersama agar kembali kejalan yang benar, juga mereka yang sudah kembali dalam lingkungan masyarakat harus diedukasi dengan pemahaman ke-agama-an dan ke-bangs-an yang benar” tutup Andi Intang Dulung. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini