Kala Nabi Menyuruh Kiai Merokok Supaya Sehat
Cari Berita

Advertisement

Kala Nabi Menyuruh Kiai Merokok Supaya Sehat

Duta Islam #01
Senin, 17 Juni 2019

Banyak sekali para waliyullah dari dulu hingga sekarang yang biasa menggunakan rokok sebagai bagian dari cara agar tetap menjadi makhluk Allah yang membutuhkan rehat dari masalah mengurus umat. Foto: istimewa.

Oleh Habib Munzir Al-Musawa

Dutaislam.com - Seorang wali besar dan ulama ternama serta tokoh sufi terkemuka asal Syiria, Sidi Abdul-Ghani al-Nabulsi ra. (wafat tahun 1143 H) dalam kitab Muntakhabat al-Tawarikh Lidimasyq mengungkapkan tentang rokok dalam baitnya,

Asap rokok menggoda selera
Pun semerbak kasturi tertandingi.
Pahitnya, manis terasa,
Aneh, pahit kok manis rasanya.

Dalam kitab yang sama, diceritan ihwal Syekh Sunan Efendi (yang lebih dikenal dengan sebutan Allati Barmaq, seorang mufti dan pakar fiqh bermazhab hanafi yang sempat meraih julukan Syaikhul-Islam pada zamannya), pernah membaca karya tulis Sidi Abdul-Ghani al-Nabulsi ra. tentang kebolehan merokok, yang berjudul Al-Ishlah Bainal Ikhwan fi Ibahat Syurb al-Dukhan,

Baca: Mengintip Rahasia Habib Luthfi Merokok

Syekh Allati Barmaq saat itu mengharamkan rokok. Oleh karena itu ia sangat kontra dengan isi buku tersebut yang kemudian terjadilah adu argumen antara Syekh Allati Barmaq dengan Sidi Abdul Ghony yang akhirnya Syekh Allati Barmaq mengakui kebenaran Sidi Abdul Ghony dan lantas meminta maaf.

Lalu dengan tegas mengatakan bahwa yang mengharamkan rokok adalah jahil, tolol, zindiq dan tak ubahnya dengan binatang hina. Dalam rokok, ternyata ada rahasia Allah yang menyirati banyak khasiat dan manfaat. Aroma dan rasanya pun amat lezat. Ungkapan tersebut berbunyi sebagai berikut:

Sungguh tolol, yang tak peka asap rokok,
Bak hewan yang tak punya cita rasa.
Tak patut diharamkan,
Hanya kaum zindiq lah yang merekayasa.
Wahai pecandu sufi, Kenapa tak kau rengkuh rokok saja.
Andai tak ada rahasia, Baunya pun takkan lezat terasa.
Padanya; rahasia Sang Kuasa,
Ahli hakekat Allati Barmaq sebagai saksinya.

Dalam kitab Jawahirul-Bihar fi Fadla'ilinnabiyyil-Mukhtar oleh Syekh Yusuf al-Nabhani juga ada pernyataan berikut:

Syekh Abdul-Ghani al-Nabulsi ra. menceritakan sebuah perjalanannya menimba ilmu di tanah Hijaz:

"Syekh Abdul-Qadir Efandi seperti biasa, hadir bersama kami untuk membacakan ringkasan Sahih Bukhari. Lantas, ia membaca hadits yang berarti, "dari Saidina Abi Hurairah dari Nabi saw. beliau bersabda; "Siapa yang bertemu aku pada saat mimpi; pasti akan bertemu denganku dalam keadaan terjaga, dan tak mungkin setan menyerupaiku".

Kami berdiskusi tentang hadits ini seraya mengutip karya Imam Suyuthi yang berjudul Tanwirul-Halak fi Imkan Ru'yat al-Nabi wal-Malak. Syekh Abdul-Qadir Efandi menyebutkan bahwa ia memiliki karya tersebut sah secara silsilah dan akan disampaikan kepada kita (para santrinya).

Selanjutnya kami berdiskusi tentang hukum merokok, lalu ia meriwayatkan:

"Ada sebuah kisah dari Syekh Ahmad bin Manshur al-Aqrabi, dari Syekh Ahmad bin Abdul-Aziz al-Maghribi, ia menyatakan bahwa ia sering bertemu dengan Nabi saw. (dalam tidur maupun jaga). Suatu ketika ia jatuh sakit dan Rosulullah menemui beliau, kemudian ia bertanya tentang hukum merokok. Nabi pun diam tak menjawab. Kemudian beliau malah menyuruhnya untuk merokok"

Syekh Ahmad bin Abdul-Aziz al-Maghribi (yang senantiasa menjumpai Rasul dan bertanya tentang rokok dan ternyata mendapat perintah untuk menghisapnya), padahal ia adalah seorang pemuka kenamaan dan tokoh kepercayaan pada masanya. Seorang Wali besar di masanya.

-----

Seorang wali besar Al-Arif Billah Syeikh Ihsan Jampes Kediri, ulama bertaraf internasional yang kitabnya jadi rujukan di Timur Tengah dan Mesir, pernah menulis masalah perbedaan pendapat rokok dengan amat bagus sekali.

Beliau sendiri adalah perokok. Apakah orang seperti Syeikh Ihsan Jampes yang menulis kitab tasawuf yang bermutu tinggi pada usia 33 tahun itu dadanya tidak ditembusi cahaya Allah hanya karena asap rokok?

Baca: Ketika Mursyid Thoriqah Merokok

KH. Abdul Hamid Pasuruan, waliyullah masyhur yang dihormati oleh sesepuh mursyid tarekat mu'tabarah, tidak anti rokok dan tidak pernah mengharamkan rokok. Apakah kyai sekaliber Mbah Hamid ini shalatnya tidak diterima oleh Allah hanya karena merokok?

KH Raden As'ad Syamsul Arifin adalah seorang waliyullah di zamannya, juga merokok. Apakah beliau ini akan masuk neraka hanya karena berpendapat merokok tidak haram?

Siapapun tentu mengetahui kemasyhuran KH. Khamim Jazuli (Gus Miek) dan pasti tahu juga Alimul‘allamah Al ‘Arif Billah Asy-Syekh Muhammad Zaini Abd. Ghani (Tuan Guru Ijai Al-Ayidrus Martapura Kalimantan Selatan), dikenal sebagai seorang Wali Mursyid yang masyhur dan dikunjungi para alim ulama serta habaib dari belahan dunia, juga merokok. [dutaislam.com/ab]

Sumber:
Page Ulama dan Kiai Nusantara


close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah