Catat, Ini Kelebihan dan Kerugian Nikah Muda
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Catat, Ini Kelebihan dan Kerugian Nikah Muda

Duta Islam #04
Jumat, 21 Juni 2019
Loading...

Penjelasan kelebihan dan kekurangan nikah muda (sumber: istimewa)
Sebelum melangkah ke jenjang pernihakan, ada banyak hal yang menjadi pertimbangan kedua pasangan calon suami istri. Pertimbangan yang matang harus dipikirkan oleh kedua pasangan agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga.

DutaIslam.Com - Semua orang mendambakan pernikahannya langgeng hingga maut menjemput. Semua orang berkeyakinan pernikahan adalah hal yang sakral. Maka, mempertahankan ikatan suci pernikahan merupakan sebuah keniscayaan.

Pernikahan tidak melihat usia seseorang. Bahkan, dewasa ini banyak yang memutuskan untuk menikah di usia muda. Ada yang melangsungkan pernikahan ketika menginjak awal usia 20 tahun, dan ada pula yang di bawah dua puluh tahun.

Baca: 4 Alasan Menikah Muda Itu Sangat Menyenangkan

Faktor nikah muda bisa disebabkan karena adanya perjodohan. Dan ada pula karena keinginan kedua pasangan yang telah lama menjalin percintaan sebelumnya. Keputusan nikah di usia muda memang tidaklah menyelahi aturan.

Namun, hal yang perlu diperhatikan saat seseorang memutuskan untuk nikah muda adalah kesiapan dari kedua pasangan suami istri. Sebab, banyak orang menilai nikah mudah merupakan suatu kesalahan, karena mereka menggap nikah muda belum cukup pengalaman.

Faktanya. tidak sedikit anak muda yang memutuskan untuk menikah. Bagi mereka, nikah muda atau dewasa sama-sama mempunyai keuntungan dan kekurangan. Simak keuntungan nikah muda sebagai berikut:

1. Kondisi Fisik yang Ideal untuk Memiliki Anak

Nikah muda memungkinkan mempunyai anak pada usia yang ideal. Perempuan usia di bawah tiga puluh tahun merupakan usia yang produktif dan ideal untuk melahirkan.

Baca: Begini Dampak Nikah Muda Jika Belum Siap Mental

Perempuan yang berumur kurang dari 30 tahun secara fisik masih kuat dan segara. Di samping itu, produksi sel telur pada usia itu masih dalam kondisi sangat baik, sehingga kemungkinan tingkat keberhasilan pembuahan juga besar.

2. Umur Anak Tidak Terpaut Jauh dengan Orang Tua

Nikah muda memungkinkan mempunyai anak pada usia muda. Pasangan suami istri muda biasanya berharap saat anaknya dewasa, ia masih dalam kondisi prima hingga bisa mendampingi anak-anaknya sampai hari tua.

Pasangan suami istri muda menilai hal di atas sebagai alasan utama menikah di usia muda. Mereka bisa menjadi teman yang asik untuk anak-anaknya karena jarak umur yang tidak terpaut jauh.

3. Belum Banyak Kebutuhan
Kebutuhan pasangan suami istri yang menikah pada usia muda belum banyak mempunyai kebutuhan. Mereka masih bisa meniti karir dengan baik.

Usia muda mempunyai spirit yang besar dalam meraih cita-cita yang lebih besar. Sesama pasangan muda biasanya akan saling mendukung untuk meraih impian yang dicita-citakan.

Baca: Nikah Muda atau Dewasa, Ini Pertimbangannya!

Pernikahan tidak semuanya berjalan manis. Terkadang ada badai yang menerka keharmonisan rumah tangga. Akibatnya, rumah tangga berujung pada percerian. Semoga tidak ya guys.

Pun demikian dengan pasangan yang menikah di usia muda. Menurut sebagian orang, nikah muda rentan terjadi konflik. Ya, mungkin itu termasuk kekurangan menikah di usia muda. Simak penjelasannya sebagai berikut:

1. Kerap bertengkar

Pasangan suami istri muda secara mental dan psikologis kecenderungannya belum matang atau masih labil. Sehingga, mereka seringkali masih mengedepankan ego masing-masing. Satu sama lain tidak mau mengalah atas keinginnya sendiri.

Kondisi ini dapat memicu konflik dan pertengakaran di tengah-tengan rumah tangga mereka. Akibatnya, kondisi rumah tangga mereka sulit stabil, bahkan bisa berujung pada perceraian.

2. Sulit Menyesuaikan Kehidupan Setelah Menikah

Kehidupan pasca nikah sangat berbeda dengan pada masa perkenalan atau pacaran. Pasalnya, kehidupan setelah nikah akan dihadapkan pada ribuan masalah. Masalah akan datang silih berganti dengan sendirinya.

Baca: Doa Cepat Nikah 

Ditambah lagi, biasanya setelah nikah kedua pasangan baru akan mengetahui karakter satu sama lain. Yang biasanya pas pacaran bermanis ria, bisa saja berubah sikapnya. Perubahan ini terkadang menjadi pemicu konlfik.

3. Keterbatasan Waktu Bereksplorasi Diri

Usia muda terbilang usia yang produktif untuk mengeksplorasi diri. Pada usia ini, seseorang biasanya bebas masih ingin bebas melakukan segala kegaitan. Namun, nikah muda secara tidak langsung akan membatasi ruang gerak untuk berkekspresi.

Demikian penjelasan mengenai kelebihan dan kekurangan nikah di usia muda. Semoga bermanfaat. [dutaislam.com/in]
Loading...