Alumni Ma'had Aly Darussalam Ajak Berdakwah dengan Tulisan
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Alumni Ma'had Aly Darussalam Ajak Berdakwah dengan Tulisan

Duta Islam #02
Sabtu, 22 Juni 2019
Loading...

Foto bersama setelah diskusi LDNU Kabupaten Banjar.
DutaIslam.Com - Dalam diskusi yang dilaksanakan LDNU Kabupaten Banjar pada Jum’at (21/06/2019) siang, dua alumni Ma’had Aly Darussalam, Martapura, mengajak para hadirin agar berdakwah melalui tulisan. Hal ini bukan berarti menafikan pentingnya dakwah secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, Ustadz Anjas yang telah menulis beberapa kitab dan buku mengatakan bahwa dakwah dengan tulisan lebih mudah karena tidak memerlukan lokasi parkir dan kelengkapan lainnya.

“Buku saya tentang memandikan mayat ini sudah dicetak lebih dari dua ribu eksemplar. Ini sama dengan mengadakan majlis ta’lim dengan jamaah dua ribuan,” katanya.

“Bayangkan jamaah sebanyak itu, kita pasti memerlukan area parkir yang luas dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Memotivasi untuk menulis, Ustadz Anjas memberikan nasehat agar jangan takut tulisan kita disanggah atau disalahkan.

“Justeru dengan adanya sanggahan atau kritikan, kita jadi bisa introspeksi dan tahu dimana salahnya kita. Kalau tidak menulis, bagaimana kita bisa mengetahui bahwa kita salam,” katanya.

Sementara itu, Ustadz Abu Zein Fardany memberikan tips agar bisa produktif dalam menulis, di antaranya jangan beranggapan sudah cukup dengan karya tulis yang sudah ada.

Mengutip kitab Risalah Mu’awanah, jebolan angkatan pertama Ma’had Aly Darussalam ini menyampaikan kalam Imam al-Haddad, “meskipun sudah banyak karya tulis, namun hati manusia cenderung kepada hal-hal baru. Karenanya, bikinlah tulisan-tulisan baru”.

Ustadz yang gemar menulis di media termasuk medsos ini menceritakan bagaimana ulama-ulama jaman dahulu sangat produktif dalam menulis dan tak pernah surut produktifitasnya meski telah ada karya serupa.

“Lihat kitab Minhajut Thalibin karya Imam an-Nawawi. Ada berapa yang memberikan syarh, kemudia hasyiah. Bahkan ada pula yang meringkasnya seperti yang dilakukan Syaikhul Islam Zakaria al-Anshori dengan karyanya Manhajut Thollab," jelasnya.

“Bahkan, ringkasan ini kemudian diulas lagi atau dibikinkan syarh hingga menjadi Fathul Wahhab," imbuh Abu Zen.

Selain menghadirkan dua alumni Ma’had ‘Aly Darussalam tersebut, acara diskusi tematik ini juga menghadirkan penulis muda Ustadz Muhammad Shofian dan novelis Muhammad Bulkini.

Ustadz Shofian yang pernah meraih juara II lomba baca kitab kuning tingkat Provinsi Kalsel ini mengaku semangatnya menulis karena terinspirasi dengan tokoh NU KH. Sahal Mahfuzh yang sangat produktif dalam menulis.

Sedangkan Muhammad Bulkini yang juga seorang jurnalis memberikan tips, jika belum bisa menulis yang berat, yang ringan-ringan saja dulu.

“Dakwah itu memasyarakat, tidak semua orang bisa membaca kitab, karena itu dakwah bisa juga dengan tulisan ringan,” katanya menambahkan. [dutaislam.com/gg]

close
Banner iklan disini