6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Hari Raya Idul Fitri
Cari Berita

Advertisement

Loading...

6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Hari Raya Idul Fitri

Duta Islam #04
Senin, 03 Juni 2019
Loading...

Amalan sunnnah di Bulan Syawwal
Imam Syafi'i mengingatkan kepada umat Islam agar menghidupkan malam hari raya Idul Fitri. Pasalnya, malam Idul Fitri menyimpan keistimewaan dan keberkahan yang sangat besar.

DutaIslam.Com - Malam Idul Fitri merupakan malam yang istimewa bagi umat Islam. Sudah menjadi tradisi para ulama salasus saleh menghidupkan malam Idul Fitri dengan beragam amal ibadah.

(مَنْ قَامَ لَيْلَتَىِ الْعِيدَيْنِ لِلهِ مُحْتَسِبًا لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ. (رواه الشافعي وابن ماجه

“Siapa saja yang qiyamul lail pada dua malam Id (Idul Fitri dan Idul Adha) karena Allah demi mengharap ridha-Nya, maka hatinya tidak akan mati pada hari di mana hati manusia menjadi mati,” (HR. as-Syafi’i dan Ibnu Majah).

Baca: Keutamaan Malam Idul Fitri

Habib Ahmad bin Novel Jindan di dalam tausyiahnya mengajak umat Islam agar meniru tradisi-tradisi ulama salaf pada malam Idul Fitri. Beliau berharap umat Islam mampu menghidupkan malam Idul Fitri di tanah air dengan bermacam amal ibadah. Habib Ahmad menjelaskan beberapa amal ibadah yang dianjurkan pada malam hari raya dan seputar bulan Syawal.

Pertama, menggemakan kalimat takbir dan amalan sunnah lainnya. Rasulullah SAW menjanjikan kepada siapapun yang menghidupkan 5 malam dalam setahun dengan ibadah, niscaya Allah SWT akan menghidupkan hatinya tatkala manusia dilanda kematian hati.

Kedua, makan di pagi hari raya Idul Fitri setelah masuk watu shalat subuh. Makan tersebut sebagai penanda bahwa hari raya adalah hari bahagia umat Islam.

Ketiga, mandi sebelum melaksanakan shalat 'id. Sebelum berkumpul dengan banyak orang untuk menunaikan shalat iad, menghilangkan bau tak sedap merupakan keharusan agar tidak mengganggu yang lain.

Keempat, shalat 'id berjamaah. Waktu pelaksanaan shalat 'id sama seperti waktu melaksanakan shalat dhuha. Shalat 'id dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tujuh takbir pada rakaat pertama dan lima takbir pada rakaat kedua. Kemudian, dilanjutkan dengan dua khutbah pasca shalat.

Baca: Keutamaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Kelima, silaturahim. Silaturahim merupakan amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW. Beliau menjelaskan silaturahim dapat memperpanjang usia dan merekatkan kasih sayang di antara sesama muslim.

Keenam, puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa enam hari dapat dilakukan secara bersambung atau terpisah. Namun, yang lebih utama puasanya disambung enam hari secara penuh. [dutaislam.com/in]
Loading...