Tak Terima Dibully, Maaher At-Thuwailibi Mengamuk Ngaku Ustadz
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Tak Terima Dibully, Maaher At-Thuwailibi Mengamuk Ngaku Ustadz

Duta Islam #03
Minggu, 05 Mei 2019
Loading...

Maaher At-Thuwailibi. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Tak terima dibully netizen karena diketahui menjual minyak wangi, Maaher At-Thuwailibi marah-marah. Dia mengaku, masih mending dirinya jadi ustadz yang menjual minyak wangi dari pada jadi ustadz yang hafal Al-Qur'an tapi mendukung anak PKI.

Baca juga: Bagaimana Cara Menghadapi Maaher Thuwailibi? Ini Penjelasan Gus Nadir

Kemarahannya yang penuh dengan kata-kata kotor diluapkan Maaher melalui rekaman video yang kini beredar di media sosial. Salah satunya video yang diposting oleh akun Instagram @ikhwantuban, Sabtu (04/05/2019).

Dalam video berdurasi 0:59 detik tersebut, awalnya Maaher At-Thuwailibi bercerita tentang video dirinya yang jualan minyak wangi diposting Ustad Yusuf Mansur melalui akun instagram pribadinya. Dari postingan tersebut Maaher dibully di media sosial. Maaher marah mengeluarkan kata-kata sampah.

Baca juga: Dukung ISIS, Maaher Thuwailibi Tulis Status “Monyet Seragam Bencong”

"Yusuf mansur memposting video saya jualan minyak wangi non alkohol, jawara, kasturi di akun Instagram milik pribadinya. Akhirnya saya dicaci maki, dibuli, dihina oleh para pengikutnya yang geger otak itu. Kecebong Kecebong dungu itu," kata Maaher.

"Kata mereka, oh ternyata Maaher At-Thuwailibi itu penjual minyak wangi yang nyamar jadi ustadz? Eh.. telur busuk! Salah rupanya saya jual minyak wangi? Masuk neraka jahannam rupanya kalau saya jual minyak wangi? tolol!," sambungnya.

Baca juga: Geram, Kapolres Tanggerang Bongkar "Dusta-Dusta" Status Maaher Thuwailibi

Maaher kemudian mengatakan bahwa para nabi dan rasul merupakan seorang pengembala kambing.

"Rosulullah itu pengembala, pedang di pasar. Nabi zakaria itu tukang kayu, apa salahnya? Mending saya jual minyak wangi daripada jual aset negara. Mending saya jadi ustadz jual minyak wangi daripada jadi ustad hafal Qur'an, tapi pendukung anak PKI," kata Maaher di hadapan kamera.

Entah siapa yang dimaksud anak PKI oleh Maaher. [dutaislam.com/pin]


Loading...