Setelah Jokowi Menang, Orang Bertanya 'NU Dapat Apa'?

Setelah Jokowi Menang, Orang Bertanya 'NU Dapat Apa'?

Senin, 06 Mei 2019 | x dibaca
Rais Syuriyah PBNU Kiai Musthofa Aqil Siroj dalam Halaqah Penguatan NU Pascapilpres 2019 di Kantor PWNU Jabar, Kamis (02/05/2019). Foto: NU Online.
DutaIslam.Com - Rais Syuriyah PBNU Kiai Musthofa Aqil Siroj menanggapi banyak pertanyaan terkait jabatan politik yang akan diterima NU setelah Pilres 2019. Menurut Kiai Musthofa, banyak orang sudah memperbincangkan masalah ini.

“Setelah Capres dan Cawapres 01 menang, NU dapat apa? Pertanyaan ini seharusnya tidak ditanyakan,” kata Pengasuh Pesantren Kempek Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ini dalam Halaqah Penguatan NU Pascapilpres 2019 di Kantor PWNU Jabar, Kamis (02/05/2019) lalu, dikutip dari NU Online.

Kiai Musthofa mengatakan, NU tidak pernah mempertanyakan demikian. Sebagaimana biasa, NU akan menjalankan aktivitasnya sebagai organisasi sosial-keagamaan sesuai aqidah aswaja.

Kiai Mustofa mengajak segenap pengurus dan warga NU untuk tetap fokus mengembangkan dakwah Aswaja NU. Menurutnya, dakwah Aswaja NU ini yang perlu perhatian dan pengembangan. “Mengapa jabatan politik tidak perlu ditanyakan? Karena jabatan politik bukan tujuan NU. Yang jelas, NU tetap akan berjuang untuk Allah demi keutuhan NKRI,” katanya.

Kiai Musthofa meminta pengurus dan masyarakat untuk dakwah Islam Rahmatan lil Alamin dan politik kebangsaan NU sebagai pengabdian di jalan Allah.  “Mari berjuang untuk Allah, mujahid lillah . Tidak bisa bertanya apa? Kursi Menteri apa. Tidak, ”kata Kiai Mustofa Aqil.

Ia mengangkat profil Sahabat Khalid bin Walid RA sebagai pejuang untuk Allah. Ia menjelaskan bahwa suatu hari komandan perang Khalid bin Walid RA dapat mengirimkan surat kepada Sayyidina Umar bin Khattab di tengah perang berkecamuk. Namun Khalid terus menuntaskan peperangan, bukan meninggalkan tugasnya.

“Setelah menang, Khalid bin Walid RA diperintahkan untuk 'Saya sudah menerima surat pemecatan beberapa hari yang lalu. Tapi saya teruskan perjuangan perang sampai selesai karena saya berjuang demi Allah, bukan demi Khalifah Umar bin Khattab, ” kata Kiai Mustofa. [dutaislam.com/pin]


TerPopuler

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah