Sekolah dan Kampus Harus Dibersihkan dari Ajaran dan Kelompok Radikal-Intoleran
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Sekolah dan Kampus Harus Dibersihkan dari Ajaran dan Kelompok Radikal-Intoleran

Duta Islam #02
Kamis, 02 Mei 2019
Loading...

Aksi tolak radikalisme dan terorisme. (Foto: Liputan6.com)
Oleh Sumanto Al Qurtuby

DutaIslam.Com - Di antara tugas dan tanggung jawab besar pemerintah dan Presiden Jokowi ke depan adalah membersihkan sekolah, madrasah, kampus, atau lembaga pendidikan apapun dari ajaran, doktrin, ideologi, dan kelompok radikal-ekstrimis-intoleran sontoloyo yang menjadi biang kerok tumbuhnya intoleransi, anti-kemajemukan, anti-kebangsaan, anti-ideologi dan konstitusi negara, serta kekerasan berbau agama di Indonesia.

Kurikulum harus ditata ulang. Buku-buku agama yang bodong dan bikin gemblung umat harus diamankan. Sistem pengajaran harus diubah. Kelompok Islamis harus disisir dan dibersihkan. Institusi pendidikan yang selama ini dijadikan sebagai markas indoktrinasi ideologi dan paham radikal harus diambil alih. Guru-guru dan dosen yang terpapar paham dan ideologi kemplung anti-Indonesia dan keragaman agama harus ditatar.

Jika "ulat-ulat" dan "laler-laler" pengganggu dunia pendidikan itu jumlahnya sedikit, bisa diambil satu-satu. Tapi kalau jumlahnya banyak, dibasmi dan disemprot saja pakai baigon atau dengan oplosan telek dan kentut munyuk. Repot amat sih.

Mereka jangan dibiarkan berkeliaran meraja-lela seenak dengkul mereka. Pemerintah jangan ingah-ingih dan jangan sampai terlambat mengantisipasi perkembangan mereka. Negara-negara lain sudah melakukan itu.

Arab Saudi, sejak beberapa tahun terakhir ini, khususnya sejak mendiang Raja Abdullah sudah membersihkan virus-virus ekstrim-intoleran dari sekolah, kampus, dan institusi pendidikan lainnya. Bahkan masjid-masjid pun dibersihkan dari paham radikalisme. Buku-buku dan kurikula yang anti-Syiah, anti-Barat, anti-non-Muslim, serta berpotensi memunculkan intoleransi, radikalisme dan terorisme dibersihkan dari lembaga-lembaga pendidikan.

Bukan hanya Saudi saja. Negara-negara lain mayoritas berpenduduk Muslim pun (Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait, Mesir, Pakistan, Yordania, Kazakhstan, dlsb) melakukan gerakan serupa.

Pemerintah harus kuat dan tidak boleh tunduk dengan barisan orang-orang kemplung mbledos dengkule dan maunya menang sendiri itu karena sejatinya mereka adalah para pengganggu kehidupan harmoni umat dan stabilitas bangsa dan negara.

Demikian "kultum singkat" ini semoga bermanfaat. Wassalam! [dutaislam.com/gg]


close
Banner iklan disini