Penjelasan Dalil Khutbah Jumat Pakai Tongkat
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Penjelasan Dalil Khutbah Jumat Pakai Tongkat

Duta Islam #07
Jumat, 24 Mei 2019
Loading...

khutbah jumat pakai tongkat
Penjelasan dalil khutbah jumat pakai tongkat. Foto: istimewa
DutaIslam.Com - Ada beberapa Masjid di Indonesia masih menggunakan mimbar terbuka (tidak tertutup seperti podium). Mimbar biasanya terdiri dari tiga anak tangga. Masing-masing memiliki tingkatan yang berbeda. Semakin ke dalam semakin tinggi tingkatannya. Di sisi kanan mimbar biasanya terdapat tongkat.

Di saat Bilal menyampaikan peringatan lewat sebuah hadits (Anshitu Wasma'u ) dst, ia berdiri sambil memegang tongkat itu dengan menghadap ke arah jama'ah. Ketika Khatib datang menjelang masuk mimbar, tongkat itu diserahkan kepada Khatib dan akan dipegangnya selama khutbah berlangsung hingga khutbah berakhir.

Baca: Bagaimana Hukum Main Hape saat Khutbah Jumat Berlangsung?

Jumhur (Mayoritas) ulama mengatakan bahwa sunnah hukumnya bagi seorang Khatib memegang tongkat dengan tangan kirinya pada saat khutbah. Dijelaskan oleh Imam Syafi'i RA di dalam Kitab al-Umm:

قال الشافعي : رحمه الله تعالى و بلغنا أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا خطب إعتمد علي عصا. وقد قيل خطب معتمدا علي عنزة وعلي قوس وكل ذالك إعتماد. أخبرنا الربيع قال أخبرنا الشافعي قال أخبرنا إبراهيم عن ليث عن عطاء ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا خطب يعتمد علي عنزته إعتمادا (الأم، ج 1 ص 272)

Artinya:
(Imam Syafi'i RA berkata) mudah-mudahan Allah SWT memberikan rahmat kepada beliau, dan telah sampai kepada kami (berita) bahwa ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkhutbah, beliau berpegang pada tongkat pendek dan anak panah. Semua benda-benda itu dijadikan tempat  bertumpu (pegangan). Al-Rabi' mengabarkan dari Imam Syafi'i dari Ibrahim dari Laits dari Atho', jika Rasullullah SAW berkhutbah beliau memegang tongkat pendeknya untuk dijadikan tumpukan. (Al-Umm Juz 1, hal 272).

Khutbah Jumat Pakai Tongkat


Hal itu disandarkan pada hadist Nabi Muhammad SAW.

عن سعيد بن عائذ ان رسول الله صلى الله عليه وسلم كان إذا خطب في الهرب خطب علي قوس و إذا خطب في الجمعة خطب علي عصا.  (سنن إبن ماجه، رقم96 10

Artinya:
Diriwayatkan dari Said bin A'idz "sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika berkhutbah dalam kondisi perang, beliau memegang busur panah. Dan manakala berkhutbah untuk sholat jum'at, beliau memengang tongkat. (Sunan Ibn Majah 1096)

Bentuk tongkat bermacam-macam, disesuaikan dengan selera masyarakat setempat. Tidak ada ketentuan baku tentang bentuk tongkat tersebut. Demikian pula dengan model jenis ukuran yang ada dalam mimbar, tidak ada ketentuan yang mengaturnya.

Baca: Menyelami Perasaan Rasulullah Saat Berkhutbah

Semua diserahkan kepada selera masyarakat. Hanya saja kebanyakan bertema ukiran huruf-huruf arab berbentuk ayat yang diambil dari alquran. [dutaislam/ka]
Loading...