Ketika Hadis Jihad yang Paling Afdhal "Diperkosa" oleh Orang Seenaknya
Cari Berita

Advertisement

Ketika Hadis Jihad yang Paling Afdhal "Diperkosa" oleh Orang Seenaknya

Duta Islam #02
Jumat, 17 Mei 2019

Alhabib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan. (Foto: istimewa)
DutaIslam.Com - Alhabib Ahmad bin Novel bin Salim bin Jindan menjelaskan perihal seseorang yang menggunakan hadis Nabi tapi dipaksa untuk sesuai pemahamannya sendiri.

"Ada orang di benaknya udah punya banyak yang mau dia lakukan, dapet hadis Nabi dicocok-cocokkan sama apa yang ada di benaknya, dijalanin apa yang ada di benaknya, bertumpu dengan hadis yang dipaksakan untuk ikut dengan apa yang ada benaknya. Ni orang zaman sekarang begitu," tuturnya dalam sebuah majlis taklim yang disiarkan channel Al-Fachriyah TV.

Habib Ahmad kemudian mencontohkan seperti hadis "Afdholul jihad, kalimatul haq" (jihad yang paling utama adalah kalimat yang haq/benar). Habib kemudian menjelaskan tentang maksud kalimatul haq itu.

"Tau nggak kalimatul haq artinya apa? Ucapan yang benar, yang jujur, bukan ucapan pelampiasan dendam. Pelampiasan dendam bukan kalimatul haq. Tau nggak kalimatul haq artinya apa? Ucapan haq, ucapan yang benar, bukan cacian, makian. Sejak kapan cacian, makian, jadi kalimatul haq?,"  jelas Habib Ahmad

Habib Ahmad kemudian menilai bahwa saat ini, hadis ini ada yang "memperkosa". "Pemerkosaan terhadap nushush as syariah " ujarnya.

Habib Ahmad lagi-lagi masih menjelaskan tentang kalimatul haq. "Kebenaran walau merugikan kita pembawanya, kejujuran dalam penyampaiakan yang haq, bukan yang nguntungin kita sampaikan yang tidak kita sembiunyikan," tandasnya.

Menurut habib Ahmad, yang menyembunyikan justru berkhianat dan berbuat curang terhadap nushus syariah.

Habib Ahmad lalu menjelaskan tentang kelanjutan dari hadis Nabi tersebut, "Inda shultonin jair" (untuk penguasa dzolim). "Tapi nyampaikannya bagaimana?  Nabi menjelaskan di situ.. Pakai demo? enggak. Nabi nggak bilang pakai demo."

Dalam teks hadis tersebut dikatakan menggunakan lafadz "inda". "Nabi menggunakan kata "inda". Tau nggak arti inda? Bahasa indonesia pun tidak bisa menejemahkannya dengan akurat. Bahasa Indonesia di sisi. tapi di sisi bahasa Arabnya bijanib," kata Habib Ahmad.

Habib Ahmad mengatakan, Inda itu mengartikan sesuatu yang sangat dekat hingga hampir menyatu. Nabi berkata ucapan yang haq inda...

"Yang kita lihat sekarang ini di medsos, inda apa bukan? Orasi di jalanan inda apa bukan?," ujar Habib Ahmad. [dutaislam.com/gg]

Video Selengkapnya bisa dilihat di Sini

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah