Ini Lafadz Niat Puasa Syawal Beserta Dalilnya Lengkap
Cari Berita

Advertisement

Ini Lafadz Niat Puasa Syawal Beserta Dalilnya Lengkap

Duta Islam #04
Rabu, 22 Mei 2019

Penjelasan lafadz niat puasa syawal (sumber: istimewa)
Bulan Syawal merupakan salah satu bulan yang istimewa di hati umat Islam. Pada bulan ini, umat Islam merayakan kemenangannya setelah satu bulan penuh berpuasa.

DutaIslam.Com - Uforia kemenangan umat Islam ditandai dengan semaraknya kalimat takbir. Semarak kalimat takbir tersebut  menggema di malam satu Syawal. Umat Islam baik kalangan anak kecil, muda ataupun tua serentak menyuarakan kalimat takbir dengan khidmat dan syahdu.

Selain sebagai bulan kemenangan, bulan Syawal juga menyimpan beragam keutamaan lain yang bisa dijadikan lahan amal dan ibadah. Di bulan Syawal, umat Islam dapat memperbanyak serta memperkaya amal ibadah dan pahalanya.

Baca: Benarkah Puasa Syawwal Penanda Maqbulnya Puasa Ramadhan?

Salah satu amal ibadah yang dianjurkan di bulan Syawal adalah puasa enam hari setelah menjalani puasa Ramadhan. Puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal terbilang amal ibadah yang banyak dilakukan nabi dan ulama-ulama terdahulu.

Puasa enam hari di bulan Syawal ini meskipun tidak bersifat wajib, akan tetapi mempunyai keutamaan dan pahala yang besar. Ganjaran orang mau berpuasa selama enam hari di bulan Syawal pasca puasa Ramadhan seperti orang yang berpuasa selama satu tahun.

Tidak menutup kemungkinan sebagian umat Islam merasa berat menjalani puasa enam hari di bulan Syawal. Faktornya bisa juga karena sebelumnya telah menjalani ibadah puasa Ramadhan selama sebulan atau karena di bulan Syawal segala jenis makanan berlimpah. Ya, sebagaimana penulis saksikan pada bulan Syawal banyak yang melangsungkan resepsi.

Terlepas dari itu, sangat disayangkan jika umat Islam tidak menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal. Pahala dan keutamaan yang besar bisa saja terlewatkan. Sayang bukan?

Baca: 3 Hal Keistimewaan Bulan Ramadhan

Toh, dalam menjalankan ibadah puasa enam hari di bulan Syawal tidak harus 6 hari secara berturut-turut mulai dari tanggal 2,3,4,5,6 hingga tanggal tujuh. Artinya, kesunahan melakukan puasa enam hari boleh dilakukan secara acak. Misalka, satu hari puasa dan baru puasa lagi dua hari kemudian, tidaklah masalah. Yang terpenting adalah puasanya enam hari dilakukan di bulan Syawal. Meskipun, yang afdhol itu berpuasa enam hari berturut-turut.

Dalil kesunahan puasa enam hari di bulan Syawal sebagai berikut:

"Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian melanjutkannya dengan puasa 6 enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun." (HR. Imam Muslim).

Baca: 5 Tips Sukses Ibadah Ramadhan

Dalam menjalani puasa Syawal ini, tata cara dan kewajiban yang harus diperhatikan umat Islam tidaklah berbeda dengan puasa-puasa sunnah lainnya. Niat puasa menjadi hal utama yang harus diperhatikan betul. Berikut lafadz niat puasa enam hari di bulan Syawal.

نويت صوم غد عن ستة من شوال سنة لله تعالى

"Nawaitu shauma ghodin 'ansittati min syawwalin sunnatan lillahi ta'ala'".

Artinya: Saya niat puasa sunnah enam hari di bulan Syawal karena Allah Ta'ala. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini