Ini 3 Golongan Saat Bertanya, Tidak Perlu Ditanggapi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Ini 3 Golongan Saat Bertanya, Tidak Perlu Ditanggapi

Duta Islam #04
Kamis, 02 Mei 2019
Loading...

Penjelasan 3 golongan saat bertanya, tidak perlu ditanggapi (sumber: istimewa)
Tanggung jawab orang berilmu adalah mengajarkan ilmunya ke masyarakat. Ia berkewajiban untuk menuntun mereka yang belum paham, agar menjadi orang-orang yang berperadaban mulia.

DutaIslam.Com - Orang berilmu menuntun masyarakat dengan berlandaskan ilmu dan kebijaksanaan. Sebab, jika menuntun umat tanpa kelimuan, justru akan menimbulkan kekeliruan dalam memahami suatu masalah. Akibatnya, bisa salah kaprah dan menyesatkan.

Maka, orang yang berilmu harus siap melayani masyarakat dalam menyebarkan pengetahuan. Ketika ada yang bertanya, ia berkewajiban menjawab permasalahn yang terjadi di masyarkat sesuai dengan kapasitas keilmuannya. Tentunya, jawaban-jawaban yang disampaikan harus berlandaskan ilmu.

Namun, ada beberapa orang yang ketika bertanya, tidak menggapinya adalah hal yang dianjurkan. Imam al-Ghazali mnejelaskan kriteria orang-orang yang perlu diabaikan ketika mereka bertanya.

Dalam kitab Ayyuhal Walad, Imam Ghazali menyebutkan 4 kelompok orang yang kerapkali mengajukan pertanyaan dan bantahan. Satu kelompok yang pertanyaan dan bantahannya harus ditanggapi, sedangkan tiga kelompok lainnya harus diabaikan.

Ketiga kelompok tersebut sebagaimana disebutkan Imam al-Ghazali sebagai berikut.

1. Orang bertanya atau membantah karena bodoh dan merasa paling benar

Kebodohan yang dimaksud adalah orang yang tidak berlilmu tapi merasa paling benar. Kebodohan seperti ini, menurut Nabi Isa, tidak dapat diobati.

إني ما عجزت عن إحياء الموتى وقد عجزت عن معالجة الأحمق

"Tidak sulit bagiku untuk menghidupkan orang mati, tapi aku tidak mampu mengatasi orang bodoh"

Orang bodoh yang mempunyai karakter demikian tidak pernah mengakui kesalahan dan kekurangannya. Ia senantiasa merasa paling benar sendiri. Padahal, keilmuannya tidak ada.

Ciri orang tersebut biasanya kerapkali membantah ulama yang hidupnya untuk ilmu. Karena kebodohannya, ia mneyangka setiap hal yang ia tidak tahu, juga tidak dipahami oleh ulama tersebut.

Menghadapi orang dengan karakter di atas akan menghabiskan waktu saja. Maka, jawaban terbaik untuk menghadapi orang bodoh seprti itu adalah diam.

2. Orang bertanya atau membantah karena perasaan hasud dan emosi

Karakter kelompok kedua ini adalah tidak merasa puas dengan jawaban yang telah disampaikan. Bahkan, semakin jawaban yang disampaikan jelas dan gamnblang, semakian menambah rasa hasud dan emosinya.

Sebuah syair Arab memotret katarkter kelompok kedua ini.

كُلُّ الْعَدَاوَةِ قَدْ يُرْجَى إِزَالَتُهَا * إِلَّا عَدَاوَةَ مَنْ عَادَاكَ عَنْ حَسَدٍ

"Setiap permusuhan selalu ada harapan untuk dihilangkan, kecuali permusuhan orang yang memusuhimu karena iri hati atau hasud"

Mengabaikan orang tersebut merupakan cara yang terbaik. Sebab, jawaban apapun tidak akan dicerna dan diterimanya.

3. Orang yang seringkali salah paham

 Orang tersebut sejatinya bertanya dengan niat baik, akan tetapi jika disampaikan jawabannya justru salah memahami maksudnya. Sehingga, apa yang dipahaminya jauh dari substansi jawaban. Orang yang berada di kelompok ini sejatinya baik, akan tetapi memiliki kekurangan dalam pemahaman.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

أمرنا أن نكلم الناس على قدر عقولهم

"Kami diperintahkan untuk berbicara dengan manusia sesuai dengan kadar akal mereka" (HR. Imam Dailami).

Adapun orang yang bertanya karena ingin mencari pemahaman yang baik. Ia bertanya bukan untuk mengetes orang lain serta tidak didasari rasa hasud dan emosi.

Orang yang demikian ini adalah pencari ilmu yang benar dan meghilangkan kebodohan. Makab, ketika orang tersebut bertanya, suatu keharusan untuk memberikan jawaban dan penjelasan [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Ini 3 Golongan Saat Bertanya, Tidak Perlu Ditanggapi. Adapun 5 Cara Rasulullah Membaca Al-Quran, silahkan baca di artikel berikutnya.

close
Banner iklan disini