8 [Delapan] Golongan Penerima Zakat Fitrah
Cari Berita

Advertisement

8 [Delapan] Golongan Penerima Zakat Fitrah

Duta Islam #04
Selasa, 28 Mei 2019

Penjelasan delapan golongan penerima zakat (photo: nuonline)
Zakat fitrah di dalam syariat Islam diwajibkan pada tahun kedua hijriyah.  Perintah wajib zakat fitrah ini bebarengan dengan diwajibkannya puasa Ramadhan.

DutaIslam.Com - Kewajiban zakat fitrah dibebankan kepada setiap umat Islam, baik laki-laki, perempuan, dewasa maupun anak kecil. Yang terpenting ia masih menjumpai sebagaian bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal serta mempunyai kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya.

Hadis nabi yang menjelaskan tentang kewajiban zakat fitrah sebagai berikut:

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعاً مِنْ تَمَرٍ، أوْصَاعاً مِنْ شَعِيْرٍ، عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى، وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَأمَرَ بِهَا أنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوْجِ الناَّسِ إلى الصَّلَاةِ

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat Fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau gandum atas oaring muslim baik budak dan orang biasa, laki-laki dan wamita, anak-anak dan orang dewasa, beliau memberitahukan membayar zakat Fitrah sebelum berangkat (ke masjid) ‘Idul Fitri” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca: 5 Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah

Perintah zakat fitrah merupakan bentuk penyucian diri dan kepedulian sosial kepada sesama manusia. Orang yang berkewajiban zakat, ia dapat menyempurnakan ibadah puasanya. Puasa Ramadhan membentuk kesalehan individu dan zakat membentuk kesalehan sosial.

Sedangkan penerima zakat mendapatkan rizki berupa makanan pokok. Secara tidak langsung, zakat fitrah membawa pada dua keberkahan. Yakni, keberkahan kepada pribadi orang yang mengeluarkan zakat dan penerima zakat.

Namun, tidak semua orang Islam dapat menerima zakat fitrah. Penerima zakat atau mustahik zakat telah dijelaskan di dalam Surat at-Taubah ayat 60. Di dalam Surat at-Taubah ayat 60 disebutkan ada delapan golongan yang terbilang sebagai mustahik atau penerima zakat.

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“ Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”(QS. At-taubah : 60).

Baca: 3 Kriteria Orang yang Wajib Zakat Fitrah

Delapan golongan yang termasuk sebagai peneima zakat sesuai bunyi Surat at-Taubah ayat 60 sebagai berikut penjelasannya.

Pertama, orang fakir. Orang fakir adalah orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan, harta dan tenaga untuk menopang kebutuhan hidupnya. Ia tergolong orang-orang yang amat sengsara hidupnya.

Kedua, orang miskin. Orang miskin setingkat di atas orang fakir. Ia mempunyai pekerjaan, akan tetapi penghasilannya tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok hidupnya.

Ketiga, amil zakat. Orang yang termasuk amil zakat adalah orang-orang yang diberi mandat oleh pemerintah untuk mengumpulkan zakat dan membagikannya.

Keempat, muallaf. Orang yang termasuk kategori muallaf adalah orang yang beru memeluk Islam serta imannya masih lemah atau non muslim yang ada harapan untuk masuk Islam.

Kelima, budak. Yang dimaksud dengan budak di sini adalah budak mukatab, yakni budak yang sedang mencicil kemerdekaannya.

Keenam, gharim. Gharim merupakan orang yang mempunyai hutang yang melebihi aset harta yang dimilikinya. Akhirnya, ia tidak sanggup membayar hutang tersebut. Hutang yang ditanggungnya digunakan untuk kemaslahat, bukan untuk kemaksiatan.

Baca: Rincian Hukum Zakat Fitrah dan Masalah Amil Zakat

Ketujuh, orang yang berjuang di jalan Allah (Sabilillah). Sabilillah dalam ayat di atas adalah orang-orang yang berjuang untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Meskipun, ada sebagian mufassir yang mengatakan bahwa fi sabilillah mencakup kemaslahatan umum, seperti membangun sekolah, rumah sakit dan lain-lain.

Kedelapan, ibnu sabil. Yakni, orang yang sedang dalam perjalanan, kemudian mengalami kesusahan di dalam perjalanannya.

Demikian penjelasan delapan golongan yang dapat menerima zakat fitrah. Semoga penjelasan ini bermanfaat bagi khalayak umum. [dutaislam.com/in]

close
Banner iklan disini