Cerita Gus Dur Tentang Suharto Pergi Haji Lalu Melempar Jumroh
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Cerita Gus Dur Tentang Suharto Pergi Haji Lalu Melempar Jumroh

Duta Islam #03
Sabtu, 18 Mei 2019
Loading...

Gus Dur. Ilustrasi: Istimewa.
DutaIslam.Com - Gus Dur seperti tidak pernah kehabisan cerita, terutama terkait sindiran politik. Salah satunya, Gus Dur pernah bercerita, ada kejadian menarik di masa pemerintahan Orde Baru.

Suatu waktu, Presiden Soeharto berangkat ke Mekah untuk haji. Karena persiden yang pergi haji, tentu saja menteri harus ikut mendampingi. Suharto saat itu "meminta pertunjuk" yang paling rajin, Menteri Penerangan Harmoko.

Setelah melewati beberapa ritual haji, rombongan Soeharto pun melaksanakan jumroh yang dalam haji sendiri digambarkan sebagai simbol untuk mengusir setan. Melempar jumroh adalah melempar batu ke tiang yang menggunakan patung.

Di sini lah muncul masalah, terutama bagi Harmoko. Beberapa kali batu yang dilemparkannya selau berbalik menghantam jidatnya.

“Wah kenapa jadi begini ya?” Cerita Gus Dur menuturkan pernyataan Harmoko yang saat itu tampak gemetar karena takut.

Lalu Harmoko pindah posisi. Namun sama saja, batu yang dilemparnya seperti ada yang melempar kembali ke belakang, ke arah dirinya.

Setelah tujuh kali lemparan, hasilnya selalu sama. Harmoko pun menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari-cari posisi presiden untuk “meminta petunjuk”.

Setelah ketemu, dengan lega ia tergopoh-gopoh menghampiri Bapak Presiden. Namun, sebelum tiba di hadapan Soeharto, ia Harmoko mendengar bisikan:

"Hai manusia, sesama setan jangan saling lempar." [dutaislam.com/pin]

Keterangan: Cerita ini diambil dari akun Instagram Ulama Nusantra dengan judul "Setan Saling Lempar".




Loading...