8 Orang yang Wajib Mengqodho Puasa Ramadhan atau Bayar Fidyah
Cari Berita

Advertisement

Loading...

8 Orang yang Wajib Mengqodho Puasa Ramadhan atau Bayar Fidyah

Duta Islam #01
Selasa, 07 Mei 2019
Loading...

Mengqodho puasa Ramadhan bagi anak-anak, wanita haid, wanita nifas, wanita hamil, musafir, orang sakit, orang gila dan orangtua usia lanjut. Foto: istimewa. 
Dutaislam.com - Mengqodho puasa Ramadhan adalah mengganti puasa yang hukumnya wajib. Mungkin karena ketika puasa berlangsung dia sedang berpergian, haid, sakit, atau karena alasan lainnya. Mereka wajib mengganti puasa karena puasa di Bulan Ramadhan adalah wajib, sebagaimana Al-Qur'an menyatakan: 

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya:
"...dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur". (QS. Al-Baqarah: 185).

Tapi tidak semua orang yang pernah membatalkan/meninggalkan puasa wajib melakukan qadha di hari lain di luar bulan Ramadhan. Ada di antara golongan yang dalam hukum fiqih Islam, diwajibkan mengqadha, adapula yang disertai dengan membayar fidyah, adapula yang hanya membayar fidyah tanpa harus mengqodho puasanya. 


Berikut rincian cara qodho puasa untuk masing-masing golongan:

1. Wanita Haid
Bagi wanita hamil, dia hanya wajib mengqodho dan tidak wajib membayar fidyah. Dalilnya,

عَنْ مُعَاذَةَ قَالَتْ سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُلْتُ مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ

Artinya:
"Dari Mu'adzah dia berkata, saya bertanya kepada Aisyah seraya berkata, Kenapa gerangan wanita yang haid mengqodho puasa dan tidak mengqodho shalat?  Maka Aisyah menjawab : Apakah kamu dari golongan Haruriyah? Aku menjawab, Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya. Dia menjawab : Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqodho puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqodho shalat". (H. R. Muslim no 789, Daud 263 dan lainnya)

2. Wanita Nifas
Bagi perempuan yang nifas (keluar darah setelah melahirkan), ia diwajibkan mengqodho puasa tapi tidak wajib baginya membayar fidyah.

3. Wanita hamil dan menyusui.
Wanita hamil dan yang menyusui, baginya wajib mengqodho’ puasa saja jika dalam meninggalkan puasa dia khawatir akan dirinya sendiri. Begitu pula wajib mengqodho jika dia khawatir akan dirinya sendiri sekaligus hawatir keadaan anaknya (ketika tidak meninggalkan puasa). 

Namun, wanita hamil atau menyusui diwajibkan mengqodho dan sekaligus membayar fidyah jika dia, awalnya (ketika meninggalkan puasa), khawatir akan keselamatan bayinya (miaslnya takut keguguran atau kurang susu yang dapat menyebabkan anaknya kurus), sementara dia tidak khawatir akan dirinya sendiri.

Silakan simak dalil haditsnya,

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَجُلٌ مِنْ بَنِي عَبْدِ اللهِ بْنِ كَعْبٍ قَالَ أَغَارَتْ عَلَيْنَا خَيْلُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَجَدْتُهُ يَتَغَدَّى فَقَالَ ادْنُ فَكُلْ فَقُلْتُ إِنِّيْ صَائِمٌ فَقَالَ ادْنُ أُحَدِّثْكَ عَنِ الصَّوْمِ أَوِ الصِّيَامِ إِنَّ اللهَ تَعَالَى وَضَعَ عَنِ الْمُسَافِرِ الصَّوْمَ وَشَطْرَ الصَّلَاةِ وَعَنِ الْحَامِلِ أَوِ الْمُرْضِعِ الصَّوْمَ أَوِ الصِّيَامَ

Artinya:
"Dari Anas bin Malik seorang lelaki dari bani Abdullah bin Ka'ab berkata, Pasukan Rasulullah saw menyerbu kaum kami secara diam-diam, lalu saya mendatangi beliau dan ternyata beliau sedang makan siang, lantas beliau bersabda : Mendekat dan makanlah. saya menjawab, saya sedang berpuasa, beliau bersabda lagi : Mendekatlah niscaya akan saya jelaskan kepadamu tentang puasa, sesungguhnya Allah Ta'ala tidak mewajibkan puasa atas musafir dan memberi keringanan separoh shalat untuknya juga memberi keringan bagi wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa". (H. R. Tirmidzi no. 719, Ahmad no. 19563).

4. Anak-anak
Jika sudah baligh, maka ia wajib mengqodho dan tidak wajib membayar fidyah. Jika belum baligh, maka tidak wajib mengqodho dan tidak wajib membayar fidyah.

5. Orangtua (Lansia) 
Bila ida sudah sangat tua dan tidak ada kemampuan untuk berpuasa, maka hukumnya disamakan dengan orang sakit yang tidak ada harapkan untuk sembuh (tidak wajib qodho tapi bayar fidyah). 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ رُخِّصَ لِلشَّيْخِ الْكَبِيْرِ أَنْ يُفْطِرَ وَيُطْعِمَ عَنْ كُِِّ يَوْمٍ مِسْكِيْنًا وَلاَ قَضَاءَ عَلَيْهِ

Artinya:
"Dari Ibnu Abbas ia berkata: orang lanjut usia diperbolehkan berbuka dengan memberi makan setiap hari seorang miskin, ia tidak wajib mengqodho". (H. R. Abu Daud no. 8578, Daruquthni No. 2105, dan lainnya).

Fidyah adalah memberi makan fakir miskin setiap hari 1 mud atau 6,7 ons atau 3/4 liter, sebagai ganti puasa yang pernah ditinggalkan. Bentuknya bisa seperti makanan, misalnya beras atau gandum. 

وَعَلٰى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍ

Artinya: 
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin". (Q.S. Al Baqarah 184). 

6. Orang Gila (Orgil).
Bila sebab munculnya gila itu disengaja, maka wajib baginya mengqodho saja dan tidak wajib membayar fidyah. Tetapi bila faktor gilanya tidak disengaja, maka dia tidak wajib mengqodho dan tidak wajib membayar fidyah. 

7. Musafir. 
Bepergian dalam perjalanan jauh sekitar 81 km dan tidak dalam tujuan maksiat, maka baginya wajib mengqodho puasa saja dan tidak wajib membayar fidyah seperti wanita nifas. 


8. Orang Sakit. 
Bagi orang sakit yang meninggalkan puasa, bila masih ada harapan sembuh darinya kelak, maka wajib baginya mengqodho puasa setelah pulih (sembuh), namun dia tidak wajib membayar fidyah. Dan jika menurut keterangan dokter sakitnya sudah tidak ada harapan sembuh, maka ia tidak wajib mengqodho, akan tetapi hanya wajib membayar fidyah.

Demikian cara mengqodho puasa bagi wanita hamil menyusui, anak-anak, musafir, orang sakit, orang gila, orangtua lansia, wanita nifas dan wanita haid. [dutaislam.com/ab]

close
Banner iklan disini