Rekam Jejak Nabil Haroen, Ketum Pagar Nusa yang Jadi Caleg karena Taat Perintah Kiai
Cari Berita

Advertisement

Rekam Jejak Nabil Haroen, Ketum Pagar Nusa yang Jadi Caleg karena Taat Perintah Kiai

Duta Islam #03
Minggu, 14 April 2019

Ketum Pagar Nusa Muhammad Nabil Haroen. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Taat dan tunduk kepada kiai menjadi satu keharusan bagi seorang santri dalam tradisi pesantren. Inilah yang melatarbelakangi Ketum Pagar Nusa Muhammad Nabil Haroen harus terjun di dunia politik dengan menjadi Calon Legislatif (Caleg) dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Gus Nabil, sapaan akrabnya, merupakan salah satu Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia (DPR RI) Dapil V (Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta) di urutan nomor tujuh (7) dari PDI Perjuangan.

Mengembangkan Diri di Pesantren
Gus Nabil lahir di Temanggung, 25 Juli 1984. Tinggal di Rejosari RT. 01/RW 3 Nagadirejo Temanggung. Beragama Islam. Santri Lirboyo. Ketum Pagar Nusa.

Rekam jejaknya kesantriannya hingga menjadi Ketum Pagar Nusa dimulai selepas SLTP. Saat itu, Gus Nabil melanjutkan pendidikannya di Pesantren Lirboyo. Di Pesantren Lirboyo inilah, Gus Nabil mengembangkan dirinya.

Selain mengaji di pesantren, Gus Nabil juga mengembangkan dirinya di dunia kepenulisan. Dimulai dari menterjemahkan kitab Taisir al-Khallaq karya Sayyid Maliki hingga menjadi wartawan lepas Tabloid Satya Graha Kediri. Beberapa tulisannya pernah dimuat di Tabloid Satya Graha, Majalah Aula dan majalah lainnya, baik dalam bentuk berita, khutbah maupun opini.

Pendidikan kepenulisan diperoleh dari diklat jurnalistik dan beberapa buku yang telah dibacanya. Tahun 2002, Gus Nabil menjadi redaktur majalah dinding Hidayah Lirboyo. Gus Nabil juga sempat mengikuti lomba mengarang siswa-siswi SLTA dan sederajat di LPBA Sunan Ampel Surabaya, pada tahun 2003 dan menempati peringkat keempat.

Selain itu, Gus Nabil pernah menjadi Pemimpin Redaksi di Majalah MISYKAT Lirboyo sejak 2004. Selain karya-karyanya di dunia jurnalistik, namanya sempat mengemuka ketika mejadi Juru Bicara Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) Jawa Timur terkait fatwa haram Facebook.

Boleh dibilang Gus Nabil merupakan salah satu pembangun pondasi jurnalistik pesantren. Dibuktikan dengan mendirikan majalah Pondok Pesantren Lirboyo.

Perjuangan di NU
Di NU, Gus Nabil menerbitkan buku, buletin, dan pernah juga menjadi redaktur di NU online (2010-2012) serta dan media-media lainnya yang mengangkat dunia tulis pesantren. Hingga saat, Gus Nabil masih tercatat sebagai Pimpinan Wilayah Lajnah Ta’lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur, sebuah lembaga yang menangani penerbitan di lingkungan NU.

Tak hanya itu, keprihatinan dan perhatiannya atas nasib buruh migran membuat Gus Nabil terketuk untuk mendirikan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Taiwan. Selain melestarikan ciri khas nahdliyin, PCI NU Taiwan juga berorientasi membantu masalah hukum Buruh Migran Indonesia (BMI). Sampai saat ini, Gus Nabil masih tercatat sebagai mustasyar (penasehat) PCI NU Taiwan yang beralamat di CULTURE MOSQUE, No.3, Lane 25, Sec. 1, Hsinhai Rd, Taipei.

Di Pagar Nusa, sebelum menjadi ketua umum, Gus Nabil pernah menjabat sebagai sekertaris umum sejak 2011 hingga 2017. Sejak tahun 2017, Gus Nabil terpilih menjadi Ketum Pagar Nusa di kongres TMII. Gus Nabil memiliki semboyan "La khayra fi khayrin la yadum. Bal syarrun la yadum, khayrun min khayrin la yadum".  Demikian sebagaimana dikabarkan akun Facebook Informasi Pagar Nusa.

Jadi Caleg karena Perintah Kiai
Karena keterampilannya bermasyarakat, Gus Nabil diminta oleh guru dan kiainya untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota DPR RI 2019-2024 lewat Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP-P). "Saya ini santri dan harus taat pada kiai," kata Gus Nabil, yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa.

Namanya masuk menjadi daftar calon anggota legislatif bukan karena mendaftar. Tapi didaftarkan oleh kiai yang sangat ia ta'dhimi. Tiba-tiba saja kiai memintanya mengatur segala syarat menjadi caleg tanpa mengetahui dimana daerah pemilihan yang harus dipilih.

Karena mengikuti dawuh kiai, Gus Nabil akhirnya ditempatkan oleh penentu daerah pemilihan yang menurut Kompas.com menjadi dapil dengan pertarungan caleg paling ketat dibandingkan dapil lain.

Karena diperintah kiai, Gus Nabil mantab dan percaya bahwa apa yang diperintahkan kiai tak lain untuk menjaga NKRI. "Saya percaya bahwa parlemen adalah arena penting untuk menjaga NKRI ini agar tetap bhinneka, karena saya percaya bahwa tujuan bersama bangsa ini, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Perwakilan, dan Keadilan Sosial, wajib dikawal dan dijaga melalui perlemen," imbuhnya. [dutaislam.com/pin]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah