Prabowo Diklaim Taat Ijtima Ulama, Faktanya Tidak, Habib Rizieq Bohong Lagi?
Cari Berita

Advertisement

Prabowo Diklaim Taat Ijtima Ulama, Faktanya Tidak, Habib Rizieq Bohong Lagi?

Duta Islam #03
Jumat, 05 April 2019

Habib Rizieq Shihab. Foto: Istimewa.
DutaIslam.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memberikan klarifikasi terkait tudingan Ketum PBB Yusril Reza Mahendra yang menyebut bahwa Habib Rizieq meragukan keislaman Prabowo.

Habieb Rizieq membantah dengan menyatakan bahwa tuduhan Yusril tidak benar. Percakapan dirinya melalui WhatsApp dengan Yusril, kata Habib Rizieq, tidak pernah terjadi.

Habib Rizieq bahkan menyebut keislaman Prabowo lebih baik dari daripada keislaman Yusril. Habib Rizieq juga menuding pernyataan Yusril menunjukkan bahwa dia keluar dari nilai-nilai Islam.

"Bisa jadi, Islam Pak Prabowo lebih baik dari Pak Yusril, ini cirinya," kata Habib Rizieq dalam sebuah rekaman video yang beredar.

Mengapa Habib Rizieq menilai keislaman Prabowo bisa lebih baik dari pada Yusril?

"Pertama, Prabowo taat kepada hasil Ijtima Ulama, Yusril sebaliknya, tidak taat kepada Ijtima Ulama."

"Kedua, Prabowo tidak pernah menjelek-jelekkan Yusril apalagi melakukan gibah tentang Yusril, sebaliknya Yusril melakukannya bahkan menjelek-jelekkan Prabowo dan melakukan gibah dan diviralkan gibahnya pada Prabowo," ucap Habib Rizieq.

Prabowo Tidak Taat Hasil Ijtima Ulama
Tanggal 29 Juli 2019 lalu, Ijtima Ulama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) menggelar musyawarah untuk menentukan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019. Untuk Capres, Ijtima Ulama GNPF sepakat mengusung Prabowo. Sedangkan untuk Cawapres, ulama GNPF merekomendasikan dua nama, yaitu Salim Segaf Jufri dari PKS dan Ustadz Abdul Shomad (UAS).

Ustadz Abdul Shomad menolak menjadi Cawapres. Sedangkan Salim Segaf siap mendampingi Prabowo. Sayangnya, hasil rekomendasi Ulama GNPF ditolak oleh Prabowo.

Awal Agustus 2019, Ulama GNPF kembali merekomendasikan nama-nama untuk menjadi Cawapres Prabowo, salah satunya, Ustadz Arifin Ilham. Nama-nama tersebut juga masuk dalam daftar coret Prabowo untuk dijadikan calon wakil Presidennya. Prabowo memutuskan untuk memilih Sandiaga Uno menjadi wakilnya. Sandi bukan dari PKS atau FPI, namun merupakan Kader Gerindra sendiri.

Benarkah Prabowo taat hasil ijtima ulama? jika tidak, Habib Rizieq bohong lagi? [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini