Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan
Cari Berita

Advertisement

Persiapan Menghadapi Bulan Ramadhan

Duta Islam #01
Rabu, 03 April 2019

persiapan ramadhan ala rasulullah

Oleh Muhammad bin Shaleh

DutaIslam.Com - Di antara perkataan ulama terdahulu yang menunjukkan kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan adalah apa yang diungkapkan oleh Yahya bin Abi Katsir rahimahullah. Beliau mengatakan bahwa salah satu do’a yang dipanjatkan para salaf adalah do’a berikut:

اللهم سلمني إلى رمضان وسلم لي رمضان وتسلمه مني متقبلا

“Ya Allah, pertemukan diriku dengan bulan Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah seluruh amalku di bulan Ramadhan.” (Lathaif al-Ma’arif hlm. 158)

Ada dua orang sahabat, saling bersaudara, salah seorang di antara mereka lebih bersemangat dibandingkan yang lain, dan akhirnya dia pun memperoleh syahid. Adapun sahabatnya, wafat setahun setelahnya.

Thalhah radhiallahu ‘anhu bermimpi bahwa orang yang terakhir meninggal memiliki derajat yang lebih tinggi daripada yang pertama. Thalhah menginformasikan hal tersebut kepada sahabat yang lain dan mereka pun merasa heran. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, yang artinya:

"Bukankah  orang  ini  hidup  setahun  setelahnya?"  mereka menjawab, "Ya." Beliau bersabda: "Bukankah ia mendapatkan bulan Ramadan dan berpuasa? Ia juga telah mengerjakan shalat ini dan  itu  dengan  beberapa  sujud  dalam  setahun?"  mereka menjawab, "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kembali bersabda: "Sungguh,  sangat jauh  perbedaan antara keduanya (dalam kebajikan) bagaikan antara langit dan bumi." (HR. Ibnu Majah: 3925)

Terdapat hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad yang berisikan redaksi do’a berikut,

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان و بلغنا رمضان

“Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikan kami ke bulan Ramadan.”

Hadits tersebut merupakah hadits lemah. Diriwayatkan oleh imam Ahmad dengan nomor 2342. Dalam sanadnya terdapat seorang perawi bernama Zaidah bin Abi ar-Raqqad yang berstatus munkar al-hadits.

Baca: Jumlah Rakaat Tarawih Menurut Para Ulama Salafus Shalih.

Beliau dilemahkan oleh an-Nawawi dalam Al-Adzkar hlm. 547, ad-Dzahabi dalam al-Mizan 2/65, Ibnu Hajar dalam Tabyin al-Ujab hlm. 38 dan Ibnu Rajab dalam Lathaif al-Ma’arif hlm. 143.

Meski demikian, tidaklah mengapa jika seorang muslim berdo’a kepada Allah agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, seraya meminta taufik kepada-Nya agar dapat berpuasa dengan baik di bulan Ramadhan.

Persiapan Menghadapi Ramadhan:

  1. Memperbanyak  puasa  sunnah di  bulan  Sya’ban.  ‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan,

    ما رأيته أكثر صياما منه من شعبان 

    “Saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih banyak berpuasa kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari: 1969)
  2. Menunaikan qadha puasa. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha mengatakan, yang artinya, "Saya pernah mempunyai hutang puasa Ramadhan, dan saya tidak mampu mengqadhanya hingga bulan Sya’ban tiba.” (HR. Muslim : 1146)
  3. Membaca Al-Qur’an dalam rangka mempersiapkan diri di bulan Ramadhan. Bulan Sya’ban juga dikenal dengan syahrul Qurra’, bulan para pembaca Al-Quran.


Bagaimana kondisi kita saat menghadapi bulan Ramadhan? 

  1. Bertaubat, kembali, dan menghadapkan hati kepada Allah.
  2. Berdo’a agar dipertemukan dengan bulan Ramadhan, meminta pertolongan kepada Allah agar mampu menjalankan berbagai ibadah selama Ramadhan.
  3. Bersegera menunaikan qadha puasa Ramadhan.
  4. Mempelajari hukum-hukum agama seputar Ramadhan.
  5. Mempersiapkan diri untuk melakukan amal kebaikan di bulan Ramadhan seperti umrah dan i’tikaf.
  6. Menjauhi mereka yang membuang-buang waktu dan menjalin pertemanan dengan mereka yang bersemangat menjalankan ibadah.
  7. Menghindari pertengkaran dan permusuhan.
  8. Mengurangi aktivitas yang dapat memperberat pelaksanaan puasa.
  9. Melakukan survei rukyah al-hilal.

Demikian beberapa hal yang perlu dipersiapkan jelang awal Ramadhan ini. Artikel lain, bisa Anda baca di menu Ramadhan Duta Islam. [dutaislam.com/ab]

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah