Pengikut Felix Bersumpah Dilaknat Allah, Jika Khilafah Bukan Ajaran Islam

Pengikut Felix Bersumpah Dilaknat Allah, Jika Khilafah Bukan Ajaran Islam

Senin, 08 April 2019 | x dibaca
Pengasong Khilafah, Pengikut Ustadz Felix Siauw. Foto: Istimewa,
DutaIslam.Com - Anggota kelompok pengasong khilafah Muhammad Al-Fatih ngotot bahwa khilafah merupakan ajaran Islam. Dia bersumpah agar dilaknat Allah jika khilafah disebut bukan bagian dari ajaran Islam.

Sumpah Muhammad Al-Fatih menanggapi pembahasan yang ramai di media sosial mengenai  khilafah yang tidak disebutkan dalam Al-Qur'an. "Wahai para penolak khilafah, saksikanlah demi Allah jika khilafah bukan ajaran Islam saya dilaknat Allah. Bernikan anda bersumpah kepada Allah, jika khilafah bukan ajaran Islam, anda dilaknat Allah? maka kita tunggu siapa di antara kita yang dilaknat Allah," tulis Muhamamd Al-Fatih di akun Twitternya, Sabtu (06/04/2019).

Muhammad Al-Fatih kemudian menanggapi masalah khilafah yang tidak disebutkan dalam Al-Qur'an. Menurutnya, orang yang menilai khilafah tidak ada di dalam Al-Qur'an sehingga harus dihapuskan dari Islam, adalah orang yang menebar syubhat.

"Ada yang menuduh bahwa khilafah tidak ada di dalam Al-Qur'an sehingga dihilangkan saja dari Islam. Jawab.. inilah cacatnya logika beberapa pihak yang menebarkan syubhat bahwa khilafah bukan ajaran Islam  karena khilafah tidak disebut oleh Al-Qur'an," tulisnya

Terlihat jelas, cara Muhammad Al-Fatih membantah Felix tidak menggunakan ilmu. Dia menggunakan emosi karena khilafah telah mejadi ideologi dan doktrin yang diyakininya tanpa akal. Muhammad Al-Fatih merupakan pengikut Ustadz Felix Siauw yang bernama asli Muhamamad Hernomo. Ini terlihat dari foto akunnya yang menggunakan foto Felix.

Quraish Shihab Tegaskan Khilafah Tidak Ada di Dalam Al-Qur'an 
Mufassir Indonesia Prof. Dr Quraish Shihab menegaskan, yang dimaksud dengan kata khalifah di Al Baqarah adalah seluruh manusia yakni yang ditugaskan mengelola bumi sesuai tuntunan Allah. Ini jamaknya khalaif yang bisa dibaca juga, di antaranya, dalam surah Yunus ayat 14 dan surah Al-An’am ayat 165.

Menurut Quraish Shihab, kata Khalifah dalam di surah Shad ayat 26 menyangkut pengangkatan Daud, adalah penguasa yang berwewenang mengatur satu wilayah, yakni kekuasaan politik.  "Ini jamaknya khulafa. Itu sebabnya keempat khalifah dinamai Khulafa’ Arrasyidun,” katanya.

Dalam konteks kenegaraan, mengenai pengangkatan penguasa negara, Quraish Shihab menyatakan, masyarakat berkewajiban terlibat dalam pengangkatan khalifah/penguasa negara. Tetapi karena tidak ada penjelasan rinci tentang bentuk dan sistemnya, dan Khulafa’ Arrasyidun pun berbeda dalam menerapkannya, maka sistem khilafah (pengelolaan negara) diserahkan kepada masyarakat (ahlul hal wa al aqd).

Sehingga bila dikaitkan dengan khilafah yang diusung oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), menurut Quraish Shihab, tidak ada dasarnya dalam Al-Qur'an maupun hadis.

“Khilafah yang diusung oleh HTI tidak ada dasarnya dalam Alquran maupun hadis. Walau membentuk kekhalifahan, dalam arti terlibat dalam penegakannya, bersifat wajib. Wa Allahu A’lam,” pungkasnya.

Masih ingin ikut Muhamamad Al Fatih si pengikut Felix yang baru belajar Islam atau Prof. Dr Quraish Shihab yang sudah puluhan tahun mengkaji Al-Qur'an? [dutaislam.com/pin]

TerPopuler