Mengapa NUGL Muncul? Ini Jawabannya

Mengapa NUGL Muncul? Ini Jawabannya

Sabtu, 06 April 2019 | x dibaca
foto dan logo nu garis lurus dan gus muwafiq

DutaIslam.Com - Dalam ideologi ahlusunnah wal jama'ah an-nahdliyyah, ada tiga tahapan yang manhaj (metode) harus dikaji, yakni amaliyah (amal), fikrah (pemikiran) dan harakah (gerakan).

Dalam amaliyah aswaja an-nahdliyyah, NU itu mendirikan basisnya pada akal (aqli), teks (naqli) dan kontekstual terjadi (waqi'i). Tanpa tahapan amaliyah ini, aswaja hanya menjadi ideologi yang tidak bisa mengikuti perkembangan politik dan sosial.

Hukum menjaga gereja misalnya, bila hanya dikaji secara naqli, ya haram. Apalagi dengan alasan menolong perbuatan maksiat, haramnya bisa dua kuadrat.

Baca: Yang Belum Dilakukan Ustad Abdul Shomad Setelah Salah Kaprah NU Garis Lurus

Tapi, bila dilihat secara waqi'i (kontesknya sekarang), hal itu justru wajib dilakukan bila yang meminta bantuan untuk menjaga gereja saat Natal misalnya, justru datang dari pihak keamanan secara resmi.

Bila dibandingkan dengan waqi'i-nya zaman para imam madzhab, menjaga gereja sangat berbeda. Dulu, gereja benar-benar menjadi simbol aqidah umat Nasrani, yang membedakan dengan umat Islam.

Mengucapkan Natal, pada zaman itu, benar-benar sebagai ritual ibadah sebuah pemeluk agama. Orang-orang Islam tidak mau mengucapkan selamat Natal karena orang lain di luar agamanya juga tidak mengucapkan Selamat Idul Fitri dan bahkan Idul Adha.

Kini, tradisi ucapan selamat Natal dan mengucapkan Selamat Idul Fitri itu sudah menjadi basa-basi sosial semua pemeluk agama. Tidak ada kaitan langsung dengan ritual agama tertentu.

Diskusi bersama Santri Mlandang di Jepara, 5 April 2019.
Buktinya, orang-orang non muslim juga biasa mengucapkan Selamat Idul Fitri, Selamat Idul Adha, Selamat Memperingati Isra' Mi'raj dan bahkan mengucapkan Selamat Maulid Nabi Muhammad Saw.

Semuanya adalah basa-basi sosial. Dan sangat bermanfaat untuk hidup saling menghormati antar agama. Inilah yang dimaksud dengan amaliyah aswaja dengan basis waqi'i (kontekstual).

Baca: Sindir Habib Luthfi Berakrab-akraban dengan Syi'ah, Admin NU Garis Lurus Diburu

Bila ada santri NU yang paham mendalam soal amaliyah aswaja tapi dia tidak berbasis waqi'i, jadinya seperti fenomena NUGL itu, yang selalu menuduh NU liberal, syiah, komunis dan lainnya.

Mereka mungkin beramal seperti amaliyah warga NU, tapi ngawur. Bagi kelompok ini, Banser menjaga gereja haram mutlak, tapi bila FPI yang menjaga gereja, mereka diam seribu bahasa.

Banser haram menjaga gereja jika mereka meminta langsung secara merengek kepada pihak gereja agar ikut menjaga gereja. Apa ada yang begitu? Jika iya, barulah Anda bisa menyebutnya haram jaga gereja (dalam konteks di atas).

Baca: Bocor, Percakapan Grup Garis Lurus Penuh Bahasa Binatang

Tapi ingat, bila polisi yang memintanya, dalam rangka menjaga keamanan agar tidak terjadi aksi anarkhis ter0r1s, itu hukumnya wajib. Hanya NUGL dan pengikutnya yang mengharamkan.

Demikian catatan Duta Islam dalam diskusi bersama Komunitas Santri Mlandang di Jepara, Jumat petang, 5 April 2019. [dutaislam.com/ab]

TerPopuler