Keluhan 'Ibu Mia' dan 'Ibu Lia' yang Jadi Ciri Khas Kampanye Ala Sandi Uno Jadi Gojekan di Twitter
Cari Berita

Advertisement

Keluhan 'Ibu Mia' dan 'Ibu Lia' yang Jadi Ciri Khas Kampanye Ala Sandi Uno Jadi Gojekan di Twitter

Duta Islam #03
Senin, 15 April 2019

Cawapres Nomor 02 Sandiaga Uno. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Ciri khas kampanye Calon Wakil Presiden Nomor 02 Sandiaga Uno yang sering mengungkapkan ulang keluhan masyarakat dengan menyembut sederet nama jadi gojekan di Twitter.  Sejumlah netizen membuat cuitan serupa sesuai dengan kreatifitas masing-masing.

Gojekan kampanye ala Sandiaga Ono bermula dari akun @kokokdirgantoro, Sabtu (13/04/2019) yang menulis keluhan Ibu Ella. Menurut Kokok, Ibu Ella mengeluhkan harga tas Hermes yang tidak kunjung turun.

"Ibu ella di Jakarta mengeluhkan harga tas hermes yang tidak kunjung turun. Hanya mampu beli yang modelnya sudah gak kekinian dengan harga diskon. Di mana negara?" tulis Kokok.

Kokok menambahkan cuitan serupa di kolom komentar cuitannya yang pertama.

"Ibu Fauziah mengatakan harga Salmon Sashimi tak terjangkau rakyat kebanyakan. Sampai kapan ini terjadi?" tulisnya.



"Bu Merry di Depok mengeluhkan harga makanan kucing yang branded kian mahal. Padahal kucing di kompleknya sering rapat di rumahnya. Apa negara tak bisa hadir?" tulis Kokok lagi.

Cuitan Kokok yang meniru ungkapan yang sering dilontarkan Sandiaga Uno saat kampanye kemudian ramai-ramai diikuti sejumlah netizen.

"Joni, karyawan tanggung, mengeluhkan biaya makan di RM Sederhana yang setelah makan disana langsung membuat hidupnya jadi sederhana untuk seminggu kedepan. Dimana peran negara?" tulis akun bernama Antonius Dodi.

"Anak saya yang duduk di kelas 2 SD sudah mulai protes kenapa lagu naik naik ke puncak gunung ngga turun turun. Kemana negara masa menurunkan syair lagu aja ngga bisa," tulis akun Buddi Santoso.

"Pak Miftah mengeluhkan harga Laptop ASUS ROG yang tak terjangkau olehnya, akhirnya dia hanya main game tetris. Dimana negara yang katanya berpihak pada rakyat kecil?" tulis akun @HaviedzMiftah.



Hingga Senin (15/04/2019) pukul 19.56 cuitan Kokok sudah diretweet sebanyak 2.193 kali, disukai 2000 netizen, dan dikomentari sebanyak 410 kali dengan cuitan serupa.

Dalam debat terakhir yang berlangsung Ahad (14/03/2019) malam, ungkapan Sandiaga Uno yang menyebut sederet nama ketika membahas tentang ekonomi Indonesia mendapat kritik dari Paslon Jokowi. Menurut Jokowi, dalam melihat ekonomi nasional tidak bisa disederhanakan hanya dengan data keluhan keluhan sebagaimana sering diungkapkan oleh Sandiaga Uno. [dutaislam.com/pin]


close
Banner iklan disini