Jejak Digital 2012, PKS Sepakat Pemilu Serentak, Sekarang Koar-Koar Sebut Terburuk Sejak Reformasi

Jejak Digital 2012, PKS Sepakat Pemilu Serentak, Sekarang Koar-Koar Sebut Terburuk Sejak Reformasi

Senin, 29 April 2019 | x dibaca
PKS Sebut Pemilu 2019 terburuk sejak era reformasi. Foto:dutaislam.com.
DutaIslam.Com - Sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Pipres dan Pileg, di digelar pada 17 April 2019, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Pemilu serentak bagus. Tetapi sekarang justru koar-koar menganggap Pemilu 2019 terburuk sejak era reformasi.

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mengatakan, penyelenggaraan Pemilu 2019 yang digelar antara pilpres dan pileg merupakan proses pesta demokrasi terburuk yang pernah digelar pasca reformasi.

"Saya sudah menyatakan itu sebelum Pak Bambang [Widjojanto] menyatakan itu, saya sudah menyatakan ini adalah [pemilu] terburuk sepanjang zaman reformasi," kata Hidayat, Selasa (23/04/2019) dikutip dari CNNIndonesia.

Penilaian buruk terhadap Pemilu 2019 juga diungkapkan Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitternya. Hal ini menyikapi banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia karena Pemilu 2019. Hidayat Nur Wahid mengatakan, pahlawan demokrasi bagi korban yang meninggal tidak cukup cukup menghibur atau mengalihkan isu.

"Dan paling banyak korban yang meninggal atau yang  dirawat di Rumah Sakit. Sebutan para korban sebagai “Pahlawan Demokrasi” tak cukup jadi alasan unt menghibur&mengalihkan issu. Dlm masa sidang terdekat, sangat penting DPR segera evaluasi dan panggil pihak-pihak terkait: Mendagri, KPU,Bawaslu dll," katanya, Senin (29/04/2019).
Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Bidang Polhukam DPP PKS Almuzzammil Yusuf dalam berita berjudul "Almuzzammil: Pemilu 2019 Terlama, Terumit, Terduka, Terceroboh dan Terbelah Sepanjang Sejarah" di portal resmi PKS, pks.id. Menurut Muzammmil, Pemilu 2019 adalah pemilu terumit karena setiap pemilih harus mencoblos lima kertas suara dengan list panjang daftar nama-nama caleg DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten, DPD RI, dan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.

“Banyak pemilih yang tidak fokus dan cenderung asal-asalan memilih karena terlalu panjang list nama dalam lima kertas suara," ujarnya.

Dulu PKS Minta Pemilu Serentak Digelar 2014
Pemilu serentak 2019 adalah realisasi dari keputusan yang sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Pemilu seretak 2019 dibahas dan disepakati oleh DPR, termasuk oleh PKS. Hidayat Nur Wahid yang saat itu menjadi Ketua Fraksi PKS mengatakan, PKS sepakat dengan wacana pemilu serentak. Menurutnya, Pemilu serentak dapat memberi banyak keuntungan dan kelebihan, baik bagi parpol maupun pemerintah.

“Pada prinsipnya, kita setuju karena hal itu bagus dan banyak keuntungan yang bisa didapat,” ujar Hidayat dikutip dari Republika Ahad 30 September 2012.


Hidayat juga mengatakan, Pemilu serentak dapat mengefektifkan dan memaksimalkan demokrasi, mengurangi sengketa politik, menghemat uang, dan waktu. "Jika pemilu serentak bisa dilakukan maka akan memotong anggaran hingga Rp 150 triliun," katanya. [dutaislam.com/pin]


TerPopuler

close
Download Aplikasi Berkah Sahabat Beribadah