Bantahan Cerdik Jika Tak Nge-Fans Quraish Shihab Karena Najwa Shihab Tak Pakai Kerudung

Bantahan Cerdik Jika Tak Nge-Fans Quraish Shihab Karena Najwa Shihab Tak Pakai Kerudung

Jumat, 05 April 2019 | x dibaca
Quraish Shihab dan Najwa Shihab. Foto: Istmewa.
DutaIslam.Com - Seseorang bernama Zita Fahmi bercerita kepada Gus Nadir perihal dirinya yang mengidolakan salah satu tokoh muslim. Namun dibantah oleh temannya hanya karena anak tokoh muslim tersebut tidak mengenakan kerudung.

Zita yang bingung harus menjawab apa kepada temannya tersebut, bertanya kepada Gus Nadir. "Assalamualaikum, gus, mau nanya. Saya harus jawab gimana jika saya mengidolakan salah satu tokoh islam, terus temen saya bantah, anaknya aja ga pake kerudung?" tanya Zita.

"Kalau gitu mas/mbak Zita, anda jangan mengidolakan Nabi Nuh karena anaknya durhaka," jawab Gus Nadir. Percakapan Rois Syuriah PCI NU Australian-New Zealand Zita berlangsung melalui akun twitternya, Jumat (05/03/2019).

Jangan Mencampur Dua Masalah yang Berbeda
Ada dua hal yang menarik disorot dalam percapakan antara Gus Nadir dan Zita di atas. Pertama, soal teman Zita yang tidak suka karena Zita mengidolakan tokoh muslim hanya karena anaknya tidak memakai kerudung.

Seringkali di antara kita mencampuradukkan dua hal yang berbeda sehingga kita tidak bisa menilai secara objektif dengan alasan yang logis. Salah satu contohnya adalah kasus teman Zita di atas.

Tidak semestinya teman Zita mempermasalahkan Zita yang mengidolakan salah satu tokoh hanya karena anaknya tidak memakai kerudung. Karena kasus anak dan kasus orang tua adalah dua hal yang berbeda. Kasus anak juga tidak bisa dijadikan landasan untuk membenci orang tuanya. Atau sebaliknya, kasus orang tua tidak bisa dijadikan alasan untuk memmbenci anaknya.

Apalagi, perbuatan membenci memang tidak baik untuk dilakukan sesama manusia, khususnya sesama umat Islam. Maka menjadi menarik apa yang disampaikan Gus Nadir kepada Zita dengan mengumpamakan Nabi Nuh dan putranya yang dikenal dengan nama Kan 'An. Satu kisah orang tua dan anak yang benar-benar kontras.

Di satu sisi kita percaya bahwa Nabi Nuh termasuk satu diantara 25 nabi dan rasul. Sebagai seorang nabi dan rasul, kita harus tahu dan iman kepada Nabi Nuh. Sementara di sisi lain, kita tahu bahwa putra Nabi Nuh yang bernama Kan 'An tidak seperti bapaknya yang beriman kepada Allah. Kan 'An justru menjadi orang yang durhaka karena tidak mau mengikuti perintah bapaknya.

Akhir cerita, Kan 'An harus meninggal sia-sia dalam peristiwa banjir yang luar biasa sebagaimana telah kita kenal dalam kisah nabi-nabi.

Dari kisah di atas, apakah kita akan membenci nabi Nuh karena anaknya durhaka kepada Allah? tentu saja tidak. Kita harus beriman dan mengakui Nabi Nuh sebagai nabi dan utusan Allah yang telah dijamin dengan surga oleh Allah.

Masalah Kan 'An dan Nabi Nuh adalah dua hal yang berbeda sebagaimana tokoh muslim idola Zita dan anaknya yang tidak mengenakan kerudung.

Kewajiban Berkerudung dalam Kontroversi 
Kedua, soal wajib tidak berkerudung bagi perempuan. Ketika bercerita kepada Gus Nadir, Zita tidak menyebutkan nama tokoh muslim yang menjadi idolanya itu. Zita juga tidak menyebut siapa nama anaknya yang ia katakan tidak mengenakan kerudung.

Namun, Zita seperti ingin berkata bahwa tokoh Muslim yang dimaksud adalah Quraish Shihab. Sedangkan anaknya adalah Najwa Shihab yang memang dalam kesehariannya tidak mengenakan kerudung.

Sebagai mufassir, Quraish Shihab memang punya tafsiran yang berbeda terkait kewajiban berkerudung bagi seorang perempuan. Setelah melakukan kajian terhadap sejumlah kitab tafsir dan analisa sejarah, Quraish Shihab sampai pada kesimpulan bahwa berkerudung bukan merupakan hal yang wajib bagi perempuan. Boleh jadi karena alasan ini Quraish Shihab, tidak berkomentar meskipun putrinya tidak berkerudung.

Sebagian orang setuju dengan Quraish Shihab, meski sebagian yang lain menolak. Sehingga persoalan kewajiban berkerudung bagi seorang perempuan merupakan bagian dari khazanah pemikiran keislaman yang tidak bisa kita nyatakan sebagai kesesatan. Maka, dalam masalah ini, tidak bisa jika karena tidak berkerudung, Najwa Shihab lantas dianggap sebagai perempuan yang melanggar ajaran agama atau perempuan durhaka sebagaimana putra Ibrahim.

Maka dengan jawaban itu, Gus Nadit tidak bermaksud ingin menyamakan tokoh muslim dan anaknya yang tidak berkerudung sebagaimana ibrahim dan anaknya. Gus Nadir seperti hanya hendak menegaskan bahwa, "jangan sampai hanya karena tidak sepakat dengan anaknya, lantas membatalkan kecintaan kepada orang tuanya." atau "jangan sampai mecampuradukkan dua hal yang berbeda".

Karena kita harus beriman kepada Nabi Nuh meskipun kita tahu bahwa putranya menjadi anak yang durhaka karena ingkar kepada Allah. [dutaislam.com/pin]

TerPopuler