Kritik Kinerja KPU dan Polri, Fahri Hamzah Dikritik Balik Gus Nadir
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Kritik Kinerja KPU dan Polri, Fahri Hamzah Dikritik Balik Gus Nadir

Duta Islam #03
Minggu, 21 April 2019
Loading...

Gus Nadir dan Fahri Hamzah. Foto: Istimewa.
DutaIslam.Com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fahri Hamzah mengkritik kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kinerja pihak kepolisian Republik Indonesia. Rois Syuriah PCI NU Australia Nadirsyah Hosen yang mengetahui kritik Fahri membalas dengan kritik.

Kritik Fahri Hamzah kepada KPU dan Polri disampaikan melalui akun Twitternya, Sabtu (20/04/2019). Fahri menyebut ironi negara, rakyat menggaji KPU yang anti kecurangan, namun KPU melaporkan rakyat karena ribut masalah kecurangan.

Selain itu, kata Fahri, rakyat menggaji Polri untuk mempertahankan keadilan. Namun Polri malah memburu rakyat yang memposting ketidakadilan.

"Ironi negara: Rakyat menggaji KPU sebagai penyelenggara Pemilu yang anti kecurangan. Rakyat menggaji Polri untuk mempertahankan keadilan. Tapi KPU melapor rakyat karena ribut soal kecurangan. Dan Polri memburu rakyat yang memposting ketidakadilan. Lalu siapa yang melaporkan KPU dan Polri?," kata Fahri.


Ungkapan Fahri di media sosial tersebut mendapat balasan dari Gus Nadir. Gus Nadir menilai bahwa Fahri Hamzah lupa tugas dan fungsinya sebagai DPR yang bisa memutukskan KPU. Menurut Gus Nadir, kode anggaran etik KPU juga bisa dialokasikan ke DKPP, semuanya sudah ada sistem.

Gus Nadir meminta agar Fahri berhenti memprovokasi rakyat. Baca juga: Prediksi Imam Al-Ghazali Tentang Munculnya Kelompok Penentang 'Quick Count Pilpres 2019'

"Bro @ Fahrihamzah lupa yah? Kan ada DPR yang bisa memutuskan KPU. Selaku Wakil Ketua DPR ngapain aja sampai lupa dengan tugas dan fungsinya sendiri? Kode Anggaran etik KPU juga bisa dialokasikan ke DKPP. Gak puas? Gugat ke MK. Sudah ada sistemnya. Gak usah provokasi rakyat!," jawab Gus Nadir, Ahad (21/04/2019).


"Iya saya juga suka gregetan ketika anggota dewan kok malah komplain di sosmed? Kita ini rakyat nitip suara ke mereka. Mereka ngomong ke kita ya buat apa? Panggil dong KPU, Kawal Pemilu. Panggil semua lembaga survei minta mereka gelar bukti-bukti quick count, real count, etc," kata akun bernama Handoko membela Gus Nadir. [dutaislam.com/pin]

close
Banner iklan disini