Cara Niat Puasa Ramadhan

Cara Niat Puasa Ramadhan

Kamis, 11 April 2019 | x dibaca
Penjelasan cara niat puasa ramadhan (sumber: istimewa)
Niat merupakan salah satu hal yang wajib dilakukan ketika melakukan ibadah. Nait menjadi penentu suatu ibadah dapat dinyatakan sah dan tidaknya, termasuk ibadah puasa Ramadhan.

DutaIslam.Com - Puasa Ramadhan dinilai tidak sah jika niat terlebih dahulu. Lantas, bagaimana niat puasa Ramadhan yang seharusnya dilakukan oleh orang yang hendak berpuasa. Apakah orang berpuasa Ramadhan mempunyai kewajiban melafadzkan ketika hendak berniat puasa.
 
Ulama fikih menjelaskan bahwa niat merupakan syarat sahnya ibadah. Semua ibadah tanpa dibarengi niat, maka tidak sah ibadahnya. Misalnya, orang yang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, tapi malam harinya (tabyitun niat) orang tersebut tidak niat ibadah puasa ramadhan, maka puasanya tidak dinilai secara syara'.

Artinya, ia wajib mengganti puasanya yang tidak dilandasi niat di lain hari. Namun, ia tetap tidak diperkenankan makan dan minum di siang harinya. Yang perlu diketahui, niat melaksanankan ibadah berbeda denga melafadzkan niat. Melafadzkan niat dengan lisan seperti mengucapkan نويت صوم غد عن أداء فرض شهر رمضان هذه السنة لله تعالى hukumnya sunnah.

Sedangkan niatnya sendiri di dalam hati. Orang Islam yang hendak berpuasa cukup menyengaja di dalam hatinya akan melakukan puasa Ramadhan. Dengan begitu, orang tersebut sudah melakukan niat. Berbeda dengan orang yang hanya mengucapkan niat secara lisan, tapi di dalam hatinya tidak menyengaja melaksanakan puasa, maka belum dianggap melakukan niat.

(وفرضه) أَي أَرْكَان الصَّوْم اثْنَان الأول (نِيَّة) لَيْلًا (لكل يَوْم) ومحلها الْقلب وَيسْتَحب التَّلَفُّظ بهَا وَلَو نسي النِّيَّة لَيْلًا وطلع الْفجْر وَهُوَ نَاس لم يحْسب لَهُ ذَلِك الْيَوْم لَكِن يجب عَلَيْهِ الْإِمْسَاك رِعَايَة لحُرْمَة الْوَقْت

Rukun puasa Ramadhan yang pertama adalah niat setiap hari.  Tempat niat di dalam hati dan disunahkan melafadzkan niat secara lisan. Jika seseorang yang berpuasa lupa berniat di malam hari dan sampai terbitnya fajar belum mengucapkan niat di dalam hati, maka puasanya tidak dianggap. Akan tetapi ia wajib imsak (tidak makan dan minum  laiknya orang berpuasa) di siang harinya. Hal itu dilakukan untuk menghormati waktu (bulan Ramadhan) (Nihayah al-Zain, 185).

Contoh kasus adalah Seorang guru madrasah mengajarkan lafadz niat di hadapan murid-muridnya. Meskipun guru tadi mengucapkan lafadz niat puasa secara berulangkali, ia belum dinilai telah berniat melakukan ibadah puasa jika di dalam hatinya tidak menyengaja akan puasa esok harinya.

Sebaliknya, seseorang yang mungkin secara lisan tidak mengucapkan lafadz nait, akan tetapi di dalam hatinya menyengaja melaksanakan ibadah puasa. Maka, ia sudah dinilai telah melakukan niat. Karena, niat tempatnya di hati, bukan di lidah. Jadi, yang dianggap adalah apa yang terbersit di dalam hati.

Sebagian ulama menilai melafadzkan niat dengan lisan sebagai bentuk kehati-hatian dan untuk membantu hati menyengaja apa yang diniatkannya. Dengan bantuan lisan, apa yang terbesit di dalam hati menjadi lebih mantap dan yakin.

Para Ulama bersepakat bahwa mengucapkan lafadz niat secara lisan tidak menjadi kewajiban, syarat atau apapun. Bahkan jika ada yang berpendapat dan berkeyakinan melafadzkan niat dengan lisan merupakan suatu keharusan, termasuk mengada-ada di dalam agama. [dutaislam.com/in]

Artikel dutaislam.com

Demikian penjelasan Cara Niat Puasa Ramadhan. Adapun Syarat wajib dan Rukun Puasa Ramadhan, silahkan baca di artikel berikutnya.

TerPopuler