Alasan Media Asing Tak Jagokan Prabowo-Sandi
Cari Berita

Advertisement

Loading...

Alasan Media Asing Tak Jagokan Prabowo-Sandi

Duta Islam #01
Rabu, 10 April 2019
Loading...

Capture media asing tentang Jokowi-KH. Ma'ruf Amin. 
Oleh Budi Setiawan

Dutaislam.com - Faktanya memang demikian. Washington Post, Bloomberg, CNN, The Australian, Arab News, Straits Times Singapore, Al Jazeera dan banyak media terkemuka lainnya menurunkan berita bahwa Jokowi akan keluar sebagai pemenang Pilpres 2019.

Bahkan Forbes sudah menurunkan berita tentang tantangan Jokowi dalam periode kedua. Bagi media terkemuka ini, Pilpres sudah selesai. Jokowi menang. Baca: Foto Erdogan Diolah Mendukung Sandi Uno.

Perhatian dunia internasional terhadap pemilu 2019 khususnya Pilpres adalah pesta demokrasi di tanah air yang terbesar di dunia dan paling rumit - karena warga Indonesia harus memiliki paling sedikit 4 orang kandidat:  1 Capres, 1 Caleg DPR, DPRD dan DPD.

Hebatnya,  itu semua dilakukan dalam sehari. Media internasional membandingkan pemilu di Indonesia dengan India yang tahapan Pemilunya memakan waktu dua bulan.


Baik dalam liputan dan analisa, media internasional tidak ada yang memprediksi Prabowo menang. Jokowi mereka sebut menang di semua lini.  Baca juga: Gagal Karim, Terbit Nahdholtul Umat (NU) for Khilafah.

Faktor yang disorot media asing adalah Prabowo yang ultra-nasionalis dan didukung oleh kelompok Islam radikalis. Dunia tidak suka dengan dua ideologi ini. Dan Jokowi, di mata media internasional, tengah berjuang keras melawan paham yang berbahaya ini.

Meski demikian, media pekabaran internasional itu mencatat bahwa situasi politik di Indonesia akan tidak pasti jika Jokowi menang tipis. Pasalnya, gugatan sudah pasti akan dilayangkan Prabowo dan surat suara dihitung ulang lagi.

Dari kesimpulan media internasional tersebut, tersirat pesan kuat bahwa kubu Jokowi harus terus bekerja keras untuk memperlebar selisih suara hingga 01 menang telak.

Tinggal kurang 10 hari lagi. Kubu Jokowi harus lebih keras meraih lebih banyak suara lagi. Dan peluang itu makin besar karena kubu Prabowo tengah dilanda prahara, di mana kebohongan Habib Rizieq terbongkar, skandal norak sempak merah dan kekecewaan Demokrat tidak dapat jatah menteri meski masih dalam tahap mimpi, bisa menjadi faktor beralihnya suara Prabowo ke Jokowi.

Kita harus jaga rumah kita bersama dengan mengantarkan kemenangan Jokowi berada di hadapan mata rakyat Indonesia. [dutaislam.com/ab]

Sumber artikel: Budi Setiawan.
Loading...